logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Penggelontoran Air Kedungombo 1 Oktober

  • Penegasan BPSDA dan Tokoh Petani Undaan

KUDUS - Penggelontoran jaringan irigasi Waduk Kedungombo untuk keperluan lahan pertanian tetap akan direalisasikan per 1 Oktober depan. Mulai Kamis ini hingga 30 September depan hanya dilakukan pembasahan saluran, serta untuk keperluan MCK (mandi, cuci, dan kakus).

''Tidak benar jika penggelontoran saluran irigasi untuk pertanian dilakukan sebelum 1 Oktober,'' kata Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Kecamatan Undaan, Kudus, Kaspono kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurut penuturannya, kepastian penggelontoran air untuk musim tanam (MT) 1 2003/2004 yang disepakati per 1 Oktober, ia peroleh setelah mengklarifikasi Balai Pengelolaan Sumber Daya Air wilayah Sungai Serang, Lusi, dan Juwana (BPSDA Seluna).

Ia menyatakan, MT 1 untuk 63.000 ha lahan di wilayah jaringan irigasi Kedungombo yang dimulai 1 Oktober telah menjadi kesepakatan dalam rapat koordinasi pihak terkait Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Demak, dan Grobogan, di Pati beberapa pekan lalu. Luas areal di Undaan (Kudus) 5.000 ha.

Dia mengungkapkan, pihaknya perlu menanyakan kejelasan mengenai penggelontoran jaringan drainase. Sebab, dari Grobogan dikabarkan pengisian air dari Waduk Kedungombo pada saluran untuk keperluan areal pertanian dilakukan per 1 September. ''Kalau hal itu terjadi, bisa membuat bingung petani dalam memulai MT 1,'' ucapnya.

Sebagaimana diberitakan harian ini (26/8), PSDA Jateng akan menggelontorkan air waduk itu melalui Bendung Sidorejo, Geyer, Sedadi, Penawangan, dan Klambu per 1 September.

Rapat Teknis

Kepala BPSDA Seluna yang berkantor di Kudus, Agus Purwadi CES membenarkan telah diklarifikasi Kaspono berkait dengan jadwal penggelontoran saluran irigasi untuk keperluan pertanian. Di samping itu, pihaknya juga telah mengirim surat ke Pimpro PPSA Jratun Seluna.

Surat bertanggal 25 Agustus 2003 tersebut ditembuskan ke Kepala Dinas PSDA Jateng serta Kepala Subdin E dan P Dinas PSDA Jateng. Intinya, pihaknya meminta dapat di-release air dari Waduk Kedungombo mulai 28 Agustus - 30 September 2003 sebanyak 10 m3/detik.

Agus menegaskan, permintaan air tersebut memang bukan untuk kebutuhan pertanian. ''Untuk membasahi jaringan irigasi, baru dilakukan perawatan dan perbaikan. Secara teknis, penggelontoran tidak bisa dilakukan secara mendadak. Jadi harus pembasahan saluran lebih dulu,'' paparnya.

Tekstur tanah yang merekah saat musim kemarau dan selama pengeringan, ujarnya, secara teknis harus dibasahi dalam beberapa hari agar rekahan tanah tersebut kembali menutup. Ia menjelaskan, realisasi pemberian air untuk MCK dari 1 - 30 September 2003 antara lain terbagi untuk Saluran Induk Bendung Sidorejo 0,550 m3/detik, Saluran Induk Bendung Sedadi 2 m3/detik, Saluran Induk Bendung Klambu Kiri 4 m3, Saluran Induk Bendung Klambu - Wilalung 1 m3/detik, dan Saluran Induk Bendung Klambu Kanan 2 m3/detik. (yit-58s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA