
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Lokasi Terminal Baru Belum Jelas
SLAWI - Kepastian pembangunan terminal baru di wilayah Kabupaten Tegal hingga kini masih mengambang. Bahkan, usulan letak bangunan terminal yang direncanakan bertipe A dari Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Tegal di Desa Dukuh Salam Kecamatan Slawi, belum bisa sepenuhnya diterima DPRD. Padahal, saat ini pihak Dishub hampir menyelesaikan detail engineering design/DED (rancang bangun) yang menelan biaya hampir Rp 400 juta. ''Mungkin akhir tahun ini kami sudah menyelesaikan DED. Tetapi soal kepastian siapa investor yang akan ditunjuk dan di mana lokasi pembangunan, kami serahkan kepada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif nanti,'' kata Kepala Dishub Rohmat, kemarin. Dia mengakui, pernah mengusulkan lokasi di Desa Dukuh Salam dengan pertimbangan letak yang tidak berbeda jauh dari Terminal Slawi yang ada sekarang. ''Selain itu, angkutan bus AKAP dan juga angkutan pedesaan bisa masuk dan lahan di sana cukup luas. Lokasinya juga bisa dibangun pertokoan untuk pedagang.'' Menanggapi usulan itu, Ketua Komisi D Harjo Rasdi, mengatakan, jika lokasi terminal itu ditentukan di Desa Dukuh Salam, hal itu tidak beda dari kondisi Terminal Slawi yang ada sekarang. Padahal, menurut dia, pengalokasian APBD untuk membuat terminal baru tipe A, agar bisa menaikkan pendapatan daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Harjo, Desa Dukuh Salam itu merupakan satu alternatif yang bisa dijadikan pilihan lokasi. Namun ada tempat lain yang lebih strategis, yakni di Klonengan Prupuk, Margasari. ''Ini yang barangkali bisa dijadikan pertimbangan. Sebab, wilayah klonengan merupakan titik lelah yang sering dijadikan peristirahatan dan menjadi titik temu jalur Purwokerto, Brebes dan Tegal,'' ujarnya. Dia berharap, terminal baru itu bisa meminimalisasi adanya terminal bayangan yang selama ini merebak di beberapa tempat strategis. ''Saya kira, jika di Klonengan dibangun terminal dan di Slawi masih tetap dipertahankan, bisa meningkatkan pendapatan. Namun, untuk kepastiannya kami masih menunggu pembahasan nanti,'' tandasnya. (G12-80k) |