logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 Agustus 2003 Tajuk Rencana  
Line

Menggali Inspirasi dari ''Kampung Daun''

- Nama Kampung Wisata Taman Lele mengingatkan kita pada Kampung Daun. Yakni, nama sebuah objek wisata baru di Bandung, yang cukup menarik dan banyak diminati pengunjung. Terutama, wisatawan dari luar kota. Objek wisata itu dibangun memanjang di pinggiran sebuah kali kecil di lereng bukit di luar kota. Di kiri-kanan kali dibangun gubuk-gubuk alami. Di sana, pengunjung bisa menikmati berbagai sajian khas masyarakat setempat, terutama sajian pasundan lengkap dengan minuman bajigur atau teh jahe, penghangat badan yang tepat di udara dingin Bandung. Namun peminat bisa pula memesan menu ala Barat seperti steak.

- Ada hal yang membedakan keduanya. Kampung Daun tampaknya disiapkan untuk dikunjungi cuma pada malam hari. Sejak pintu gerbang masuk sampai memasuki objek itu sepanjang kira-kira 1 km, di kiri-kanan jalan orang dipandu dengan oncor, penerangan tradisional dari lampu minyak. Itu menambah suasana perjalanan lebih romantis. Pada siang hari objek wisata itu kurang menarik. Sekadar lembah hijau yang nyaris tak memiliki keistimewaan. Kampung Wisata Taman Lele tampaknya tidak disiapkan untuk suasana khusus. Bisa siang, bisa malam. Kenyataannya di sana dibangun penginapan. Adapun kolam dengan berbagai kendaraan air bukanlah jenis mainan yang pas pada malam hari.

- Objek wisata baru di Kota Semarang yang diresmikan Kamis malam pekan lalu berkesan muncul sangat cepat, di tengah pembahasan sangat intens tentang rencana pemindahan kebun binatang dari Tinjomoyo ke Mangkang. Pada waktu itu, Taman Lele justru termasuk salah satu yang disebut-sebut sebagai alternatif pemindahan kebun binatang itu. Bahwa sekarang malah sudah menjadi objek wisata tersendiri, tampaknya belum banyak diketahui warga kota. Namun tampaknya persiapan sudah cukup panjang, Sebab, objek itu mencakup kawasan cukup luas dengan perencanaan beragam objek untuk melengkapi. Ada kandang burung dan jauh di atas akan dibangun gazebo dengan ciri khas berbagai daerah.

- Warga Semarang tentu masih ingat, Taman Lele dahulu memang salah satu objek wisata khusus. Yaitu, tempat orang bisa menyaksikan koleksi berbagai jenis ular hasil tangkapan pawang ular terkenal di Semarang, FX Sutono. Sesuai dengan namanya, di sana dahulu ada sebuah sendang penuh ikan lele. Tak ada orang berani mengambil ikan itu, karena konon tergolong keramat. Namun kemudian ular-ularnya dipindahkan ke Kebun Binatang Tegalsari, kemudian ke Tinjomoyo. sampai akhirnya koleksi binatang melata yang cukup beragam itu habis dimakan usia atau mati karena kurang terawat. Bagaimana prospek Taman Lele setelah disulap menjadi kampung wisata? Bagaimana jika dibandingkan dengan Kampung Daun?

- Taman Lele lebih strategis. Terletak di tepi jalan raya, jalur utama yang setiap tahun dilintasi turis dari kawasan barat Pulau Jawa ke timur sampai Bali dan daerah timur yang lain. Kawasan ini bisa menjadi objek wisata andalan asal berbagai syarat terpenuhi. Misalnya, ketersediaan objek wisata yang cukup menarik dan bermutu disaksikan, baik khas Semarang, Jateng, maupun yang lain. Orang yang dalam perjalanan jauh lewat lintas utara Jawa bisa memanfaatkan tempat itu untuk beristirahat. Kampung Daun terletak agak jauh di lereng pebukitan di pinggir kota. Cuma Bandung lebih beruntung karena faktor sejarah dan kekayaan objek wisatanya sudah banyak dikunjungi wisatawan. Pengunjung kota itu penasaran jika tidak melihat Kampung Daun.

- Semarang masih harus membangun objek wisata. Dalam arti, terus mempromosikan yang sudah ada dan membangun yang baru. Selain dipromosikan, berbagai objek wisata yang sudah ada harus terus dirawat dan dikembangkan, baik milik Pemerintah Kota, swasta, maupun yang lain. Dekat kompleks PRPP ada Jateng Mini, Kampung Laut, Pantai Marina, objek-objek yang sebenarnya sangat menarik dikunjungi bersama kompleks PRPP. Jajaran aparat bidang pariwisata di Kota Semarang masih harus bekerja keras agar ibu kota Jateng ini tak cuma jadi penonton wisatawan pada musim liburan. Pelancong di kota ini cuma numpang lewat untuk terus mengalir ke timur, barat, atau selatan.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA