
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Sala |
Pengamen Akan Tempati Relokasi Eks TransmigranBOYOLALI - Para pengamen di Boyolali yang tergabung dalam komunitas orang pinggiran akan ditampung di lokasi penampungan sementara (relokasi) eks transmigran, kompleks pemakaman umum Sonolayu, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali. Selama ini sebagian dari mereka belum bertempat tinggal sehingga tidurnya berpindah-pindah. Ketua Dewan Kesenian Boyolali, Edy Sutedjo kemarin mengatakan, rencana penampungan para pengamen sudah dibicarakan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (DKS), dr Samsudin PH. Pada prinsipnya disetujui, namun diharapkan membuat surat permohonan. Selain itu sifatnya sementara, tidak selamanya. Edi Sutedjo mengatakan, meski sehari-hari hidup di jalanan, mereka memerlukan tempat berteduh dan papan untuk beristirahat dan sekadar lepaskan kepenatan. Yang belum memiliki rumah untuk berteduh harus pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. ''Jadi, sudah selayaknya diberi penampungan, meski bersifat sementara,'' katanya. Sebagaimana diketahui, relokasi eks transmigran yang berada di kompleks pemakaman umum Sonolayu, dirancang untuk transmigran yang pulang kampung halaman. Namun tidak semua eks transmigran mau menempati. Alasan mereka, ruangan terlalu sempit dan sulit mendapatkan air bersih. Selain itu, mereka lebih memilih ikut saudara atau famili. Kepala DKS Samsudin saat ditemui di kantornya mengatakan, tujuan utama pembangunan relokasi untuk menampung eks transmigran. Jadi, itu untuk kepentingan sosial. Kalau para pengamen mau memanfaatkan untuk berteduh, dia mempersilakan. ''Toh, fungsinya untuk kepentingan sosial,'' kata dia. Namun dia mengingatkan, pemanfaatan relokasi eks transmigran bersifat sementara. Sebab pembangunan relokasi hanya memiliki kontrak dua tahun. Apakah setelah dua tahun akan dibongkar atau difungsikan lain belum diketahui. ''Jadi, pengamen hanya diperbolehkan menempati selama dua tahun,'' katanya. (shj-74i) |