
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Pembuatan Embung Perlu Kajian Matang
BALAI KOTA - Pembuatan embung-embung berbentuk mirip cekdam di kawasan atas yang memiliki aliran air sungai deras perlu kajian matang. Jangan sampai pembangunannya sia-sia akibat tak bisa menahan kuatnya arus. Demikian dikatakan anggota Komisi D DPRD Kota H Achmad Yusuf Sujiyanto SAg, Senin (11/8). ''Sebelum melakukan aktivitas itu (membuat embung-Red), saya mohon dikaji dulu.'' Setiap aliran yang berhubungan dengan Kaligarang akan memiliki ''watak'' berbeda dari sungai lainnya. Dia mencontohkan, setiap tahun dianggarkan untuk perbaikan jembatan Tinjomoyo. Namun setiap tahun pula jembatan itu rusak diterjang arus yang kuat. Dia meminta pembuatan embung seperti cekdam-cekdam tersebut melihat kondisi sungainya. Dia menyarankan agar hal itu dilakukan pada kondisi aliran yang cukup datar dan arusnya tidak begitu kuat. Dia khawatir, arus yang kuat saat hujan justru akan berpengaruh pada embung-embung itu. Karena itu, agar pembuatan embung di daerah yang aliran airnya deras didahului dengan kajian matang. Hal ini agar pekerjaan yang dilakukan tidak mubazir. Seperti diberitakan, Wali Kota H Sukawi Sutarip menyarankan agar dibuat embung-embung untuk menampung air di kawasan Semarang atas. Cara tersebut, sudah mendapat respons dan disikapi oleh Pemerintah Pusat. Sudah ada konsultan yang datang ke Semarang, dan ada kerja sama dengan Undip. Khusus dalam APBD Kota, cara itu akan mulai tahun anggaran 2004. Menurut Sukawi, bagian hulu sungai Banjirkanal Barat yang mengarah ke Mijen dan Gunungpati, ada jurang menyempit yang bisa dimanfaatkan untuk embung-embung itu. (G7-45)
|