
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Tertangkap Mencuri, Mahasiswa Baru Gagal KuliahSEMARANG TENGAH- Hero Anggara (23) langsung menangis tersedu-sedu begitu dikeluarkan dari sel tahanan Polsek Semarang Tengah, Senin (11/8) siang. Kedua telapak tangannya ditutupkan ke wajahnya yang memar-memar akibat dihajar massa. Pemuda lajang yang baru saja diterima sebagai mahasiswa baru di sebuah PTS di Yogyakarta itu hanya bungkam ketika ditanya ihwal pencurian telepon genggam yang dia lakukan di Plasa Simpanglima. Dia justru menangis semakin keras. Hero, yang mengaku asal Kampung Magerogati, Paranglowo, Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap dan kemudian dihajar beberapa penjual dan penjaga toko telepon genggam di lantai dasar mal tersebut, Sabtu (9/8) siang. Saat itu dari tangannya disita sebuah handphone Nokia 8310 yang dicuri dari toko Media Cell milik Muhammad Cahyono (27), warga Jl Tlogosari Timur. ''Saya kepepet karena kehabisan uang,'' ujarnya sambil mengusap-usap pipinya yang basah. Tersangka mengaku datang ke Semarang pada awal Agustus. Hero sebenarnya hendak langsung ke Yogyakarta karena kuliah perdana akan dimulai pada Selasa (5/8). Lantaran tersandung kasus itu, dia pun gagal menimba ilmu. Menurut penuturan Susilo (21), penjaga toko Media Cell, handphone Nokia 8310 bekas senilai Rp 1,1 juta tersebut dicuri pada Selasa (5/8) sekitar pukul 12.00. Ketika itu tersangka berpura-pura sebagai calon pembeli. ''Dia melihat-lihat handphone itu, tapi tidak jadi karena dia bilang ada bekas goresan. Dia lalu minta diambilkan handphone lain,'' jelas Susilo. Tersangka lalu ditunjukkan sebuah Hp Nokia 8250 bekas yang ditawarkan Rp 925.000. Hero menawar Rp 850.000. Namun, karena tidak ada kesepakatan harga, dia melenggang pergi. Tanpa disadari oleh Susilo, pelaku ternyata membawa Hp Nokia 8310 yang kali pertama dia tawar. Susilo baru menyadari ada barang dagangannya yang hilang beberapa saat kemudian. Dia berusaha mencari tersangka, tapi tidak bertemu. Meski demikian, dia dan majikannya terus mengupayakan berbagai cara, termasuk meminta bantuan paranormal. Salah satu ''orang pintar'' yang dihubungi mengatakan, pencuri akan kembali dengan membawa barang curiannya. Entah karena ramalan si dukun yang manjur atau karena kebodohan pelaku, beberapa hari kemudian, tepat pada Sabtu (9/8), Hero datang lagi ke area toko telepon genggam di Plasa Simpanglima itu. Dia bermaksud menjual HP Nokia 8310 curian yang sudah diganti cover mukanya. Kedatangannya diketahui beberapa penjaga toko yang sebelumnya mendengar kabar soal pencurian di Media Cell. Dengan berpura-pura berminat membeli, salah seorang di antara mereka, Aris (25) memeriksa bagian dalam HP. Ternyata, nomor seri telepon genggam itu sama dengan handphone yang hilang. Ketika ditanya, pelaku menjawab berbelit dan akhirnya mengaku barang tersebut dia curi dari Media Cell. Tak ayal, sejumlah penjaga dan pemilik toko yang sedari tadi merubungnya langsung menghajar pelaku sebelum menyerahkan dia ke polisi. (G3-73e) |