
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Anggota Komplotan Perampok Diringkus
SEMARANG - Pelacakan terhadap para pelaku perampokan nasabah bank yang antara lain beraksi di Semarang dan Solo membuahkan hasil. Paling tidak empat tersangka perampok sadis yang merupakan bagian dari sebuah komplotan besar diringkus aparat Polda Jateng akhir pekan lalu. Mereka diduga terlibat sejumlah kasus di beberapa kota di Pulau Jawa, termasuk dua perampokan berdarah yang menewaskan Supadi Darsono (55) direktur PT Asrindo Indty Raya Jl Dr Wahidin Semarang (Senin, 3/8) dan Joko Mursito (40) staf PDAM Surakarta pada Jumat (31/7) di Solo. Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi ketika dimintai konfirmasi kemarin membenarkan jajarannya telah menangkap sejumlah tersangka. Akan tetapi dia belum bersedia membeberkan lebih lengkap karena penyelidikan masih berjalan dan belum seluruh pelaku tertangkap. Ada empat tersangka yang sudah ditahan. Namun keterangan lain, pelaku yang diamankan tujuh orang. Mereka diringkus dalam penggerebekan di Bandung dan Jakarta. Menurut sumber di kepolisian, para tersangka yang kerap berganti-ganti pasangan saat beraksi itu merupakan bagian dari kelompok yang dipimpin oleh gembong perampok bernama panggilan Mbing. Anggota kawanan yang teridentifikasi sebanyak 17 orang, meski ada dugaan jumlahnya lebih dari itu. Empat di antaranya tertangkap anggota Reskrim Polda Jateng awal Juli lalu. Mereka adalah Sumanto alias Gito alias Gendon (37), Suparno (37), keduanya warga Desa Sarimulyo, Ngawen, Blora; Wahyu Widyo Pramono alias Wiwit (32) warga Kelurahan Mangunharjo, Tugu; dan Toni Irawan alias Wawan (23) tinggal di Dukuh Sempol Bimo, Tulung, Klaten. Berdasarkan pengakuan mereka, kawanan itu sudah beraksi puluhan kali, antara lain di Surabaya dua kali dengan nilai kerugian Rp 420 juta, di Bandung empat kali (Rp 575 juta), Madiun sekali (Rp 409 juta, seorang korban meninggal), Yogyakarta satu kali (Rp 60 juta, korban luka berat), dan di Cirebon empat kali merampok Rp 229 juta. Sebelum di PT Asrindo, dua aksinya di Semarang adalah perampokan uang Rp 250 juta milik Toko Emas Bagong di Jl Gajah Mada pada Jumat (25/4) dan perampokan uang Rp 200 juta milik PT Cengkeh Sanzibar Jl Imam Bonjol 155, Senin (30/6). (G3-45) |