
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Korban Penculikan Mulai Diperiksa
UNGARAN- Pelapor yang mengaku sebagai korban penculikan, Ir Woro Anara Wulan Ningrum (28), Kamis (14/8) lusa dipanggil Polres Salatiga. Dia akan dimintai keterangan berkaitan dengan laporannya yang menyatakan telah diculik oleh suami-istri Lucia Wasso (38) dan Bobby Tadjudin (45) serta Dodi (34) pada Sabtu (5/7) silam. Selain memanggil pelapor, Polres juga akan memeriksa trio ''calon'' tersangka tersebut. ''Surat panggilan sudah kami layangkan, Kamis (14/8) jam 09.00, mereka kami minta datang ke Mapolres untuk diperiksa,'' kata Kasatreskrim Polres Salatiga Iptu TDS Bambang Suharto di ruang kerjanya, kemarin. Menurut dia, polisi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Artinya, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yang ada hanya pelapor dan terlapor. ''Masih terlalu jauh untuk bicara soal tersangka. Kasusnya saja sangat tidak jelas,'' tandasnya. Namun, Bambang mengakui selama ini polisi tidak pernah menemukan Woro dalam keadaan pingsan di Terminal Bawen. ''Saya sudah cek ke seluruh anggota dan polsek terdekat, tak ada anggota yang menemukan Woro pingsan di Terminal Bawen. Tapi, soal lapor ke polisi, itu hak semua orang. Biar pemeriksaan nanti yang menentukan hasilnya, apakah itu murni penculikan atau rekayasa,'' jelas dia. Prosedur Polisi Bambang secara panjang lebar menjelaskan, dalam prosedur tetap kepolisian, anggota yang menemukan peristiwa tidak wajar harus melaporkan ke polsek atau polres terdekat. Selain itu, dalam kasus seperti Woro (pingsan di Terminal Bawen), polisi otomatis akan membawa korban ke rumah sakit terdekat, memberitahu keluarga, dan membuat laporan ke atasannya. ''Tapi sampai sekarang, tak ada laporan anggota menemukan dia,'' tegasnya. Kapolsek Bawen AKP Teguh Setyarso yang ditemui terpisah kemarin juga menyatakan tak ada anggotanya yang menemukan Ir Woro pingsan di Bawen. ''Saya sampai ditanyai Pak Kapolres, bagaimana ini ada orang pingsan di depan mapolsek kok polisi sampai tidak tahu. Setelah saya cek, ternyata kasus itu memang tidak ada,'' katanya. Dia juga memperlihatkan ''buku mutasi'' yang berisi catatan kejadian pada hari Sabtu 5 Juli mulai pukul 08.00 sampai Minggu 6 Juli pukul 08.00. Dalam buku tersebut, tak ada catatan yang menyebutkan polisi menemukan Ir Woro Anara Wulan Ningrum pingsan di Terminal Bawen. Terminal terbesar di Kabupaten Semarang itu terletak tepat di depan mapolsek, jaraknya cuma terpisah jalan raya selebar sekitar 30 meter. Dari Polsek Tuntang juga diperoleh informasi sama. Ketika Suara Merdeka melakukan konfirmasi soal adanya anggota polsek itu yang menemukan Woro pingsan di Terminal Bawen, mereka membantah. Kabag Tata Usaha Dalam (Kabataud) Polsek Tuntang Aiptu Mudjimin, didampingi petugas yang saat itu menjaga ''buku mutasi'', Bripka Slamet Ansori, mengatakan, tak ada anggota Polsek Tuntang yang menemukan Woro. ''Ini buku mutasinya, silakan baca,'' kata Aiptu Mudjimin. Dalam buku tersebut, pada Sabtu 5 Juli, terdapat 24 peristiwa yang dicatat petugas piket. Antara lain kecelakaan ringan (serempetan) sepeda motor di dekat kantor kecamatan. Tak ada laporan mengenai penemuan Woro pingsan di Terminal Bawen. Selain polisi, sejumlah pedagang, mandor bus dan petugas Dinas Perhubungan yang sehari-hari bekerja di Terminal Bawen, juga menyatakan tak pernah menemukan ada wanita pingsan di terseminal tersebut. Paling tidak, dalam satu bulan terakhir. Dwi Riyanto PN, petugas portir karcir Dishub yang sehari-hari menarik karcis masuk terminal, juga membantah informasi itu. ''Saya bahkan pernah menemui langsung Woro Anara dan menanyakan di mana dia pingsan. Soalnya, saya ditanyai oleh bos (pimpinan-red) ada orang pingsan di terminal kok nggak ada yang tahu,'' kata Dwi Riyanto. Ketika ditanyai itu, kata Riyanto, Woro tak bersedia menjelaskan di lokasi sebelah mana dia ''teler berat'' akibat dipaksa menenggak miras dan menghisap rokok yang diduga mengandung narkotika. ''Di buku laporan harian juga nggak ada informasi itu. Kalau memang benar ditemukan di sini, orang sak terminal pasti tahu, terutama petugas,'' tandasnya. (H4,F3-63) |