logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 Agustus 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Warga Mulai Ngangsu ke Desa Tetangga

GROBOGAN - Kekeringan akibat kemarau di Kabupaten Grobogan meluas ke 150 desa. Sebelumnya, pada Juni lalu diprediksikan kekeringan di daerah itu hanya melanda 95 desa di 15 kecamatan, yaitu Purwodadi, Toroh, Geyer, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan, Brati, Penawangan, Karangrayung, Tanggungharjo, dan Kedungjati.

Namun, karena hingga 11 Agustus belum ada tanda-tanda turun hujan, desa-desa lain pun dilanda kekeringan. Termasuk sebagian desa di Kecamatan Gubug, Klambu, Godong, dan Tegowanu yang selama ini dinyatakan bebas dari kekeringan.

Dari sejumlah desa itu, 75 desa dikategorikan parah, karena penduduk di sejumlah desa tersebut lebih banyak disibukkan dengan usaha mencari air bersih daripada bertani. Martono (40), penduduk Pulokulon mengatakan, di daerahnya warga dibuat repot dengan masalah air. Sebab, air memang sulit didapat. Penduduk beberapa desa terpaksa mengayuh sepeda bronjong untuk mengangsu ke Sendang Coyo.

''Warga Kradenan juga banyak yang mengangsu ke sendang itu. Mereka tidak bersepeda, tapi dengan mobil pikap sehingga tidak begitu lelah,'' katanya.

Dia mengatakan, di Pulokulon, Kradenan, Gabus dan sekitarnya, petani tidak aktif di sawah dan tegalan. Sebab, lahan pertanian mereka tidak dapat ditanami lantaran kekeringan. Waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk mencari air.

Mendesak Pemkab

Sementara itu, sejumlah desa di beberapa kecamatan tersebut mendesak Pemkab agar segera mengedrop air bersih setiap hari 2-4 tangki. Pasalnya, air untuk kebutuhan sehari-hari sulit didapat, kecuali oleh warga yang berdekatan dengan sendang atau belik.

Namun, masalahnya Pemkab dan PDAM tidak mempunyai truk tangki banyak untuk itu. Kabag Humas Pemkab Grobogan H Maryono HI SSos mengatakan, mobil tangki air bersih yang tersedia di Pemkab hanya dua buah.

Dua yang lain pinjam dari PDAM. Karena itu, setiap hari hanya bisa melayani dua desa dengan dua kali pengedropan. Setelah itu, armada PDAM melayani orang punya kerja dan industri kecil yang membutuhkan air bersih hingga larut malam.

Bila ingin didrop secepatnya, disarankan agar warga desa-desa tersebut membuat surat permohonan ke Bagian Sosial Setda. Dengan begitu, Pemkab bisa bergerak cepat memintakan bantuan pengedropan dari Gubernur Jateng. Sebab, Gubernur mempunyai anggaran cadangan untuk membantu kekeringan di daerah-daerah, termasuk di Grobogan.

Dia mengakui, pada bulan lalu Gubernur melalui Bakorlin I Pati membantu 36 tangki ke daerah itu. Namun, bantuan tersebut masih kurang, karena desa-desa yang membutuhkan masih banyak. Dia pun mengakui, penduduk di wilayah jaringan Kedungombo seperti di Pilangpayung, Dimoro, Sugihan, Krangganharjo Toroh, Penawangan, Klambu, dan lain-lain juga mengalami kekeringan. Sebab, jaringan Kedungombo dikeringkan total hingga 31 Agustus mendatang untuk perbaikan. (A23-73e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA