
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Lukisan Amien Rais SelamatKEBAKARAN yang menimpa rumah Suharno Wiyono (52) warga Jl Soekarno-Hatta (Arteri Pedurungan), membuat sesak dada Joko Sutejo (49). Salah satu pelukis ternama asal Semarang ini harus menelan kekecewaan lantaran ratusan lukisan hasil karyanya ikut ludes dilalap api. Maklum, 30 Agustus nanti Ki Joko akan menggelar pameran tunggal seluruh lukisan hasil karyanya. Pameran itu atas kerja sama dengan Perdasi Jateng di Mal Citraland. Namun, akibat kejadian itu dia gagal menggelar pameran. Hanya satu lukisan yang tersisa karena berhasil diselamatkan. Yaitu lukisan Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum DPP PAN Prof Dr HM Amien Rais. Lukisan Amien tampak mengenakan peci, jas gelap dengan back ground Sang Merah Putih. ''Saya menyelamatkan lukisan ini dengan susah payah. Dengan meloncat pagar, hingga tangan saya terluka. Lainnya, tidak bisa saya bawa,'' tutur Ki Joko Sutejo (49), ketika ditemui Suara Merdeka, kemarin. Uang muka pembelian lukisan dari Amien Rais sebesar Rp 1 juta dan uang dari Gubernur H Mardiyanto Rp 2, 5 juta, juga ikut terbakar. Gubernur membeli lukisannya sebelum Pilgub berlangsung. Padahal masih ada dua lukisan lagi, yaitu lukisan berjudul Aliflamim dan Cahaya Kehidupan. ''Tetapi semuanya ikut terbakar,'' kata putra kedua dari pasangan Darmo Wiyono (alm) dan Paiyem (80), dari Desa Pelang, Klego, Boyolali itu. Ki Joko merupakan pelukis senior di Semarang. Dia belajar melukis secara otodidak. Dia memiliki kemampuan melukis dengan berbagai corak. Sebagian besar karyanya adalah lukisan tokoh-tokoh perwayangan. Di antara lukisan yang paling berkesan pada dirinya adalah lukisan tokoh Semar. Lantaran lukisan itu, dia berhasil masuk Muri dua kali, yakni tahun 1988 dan 1989. Hal itu karena lukisan Semar Ki Joko adalah lukisan terkecil yang pernah ada. Ki Joko menggelar pameran tunggal sampai 15 kali. Dan ratusan event pameran non-tunggal yang diikutinya. Pameran digelar di Kota Semarang, Jakarta dan kota-kota lainnya. Oleh karena itu, dia bukan orang asing lagi di dunia seniman. Selain melukis, dia juga sebagai pengurus Yayasan Purbobuwono. Yayasan itu bergerak di bidang pelestarian budaya dalam lingkungan hidup. Selain itu juga pengurus Keluarga Sanggar Seni Rupa Semarang (KS3) yang berkantor di Taman Budaya Raden Saleh.(Karyadi-45) |