
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Kemarau, Demam Berdarah Dikhawatirkan Meningkat
SEMARANG- Musim kemarau ini dikhawatirkan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DB) meningkat. Sebab, tempat perindukan nyamuk penular DB, Aedes aegypty, gampang menyebar di tandon-tandon air yang tidak dikuras. Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Budihardja DTMH, MPH mengatakan, kekhawatiran itu karena masyarakat sulit mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari. ''Di musim kemarau ini ada masyarakat yang eman-eman untuk menguras bak mandi karena susah mendapatkan air bersih. Akibatnya, perindukan nyamuk akan berkembang karena senang di air yang bersih,'' ungkapnya kepada wartawan, Senin (11/8), di kantornya. Menurutnya, kesulitan mendapatkan air tidak perlu membuat risau masyarakat. Penanganan untuk memutus siklus nyamuk penular DB tetap bisa dilakukan. ''Tandon-tandon air bisa ditaburi pasir abate untuk memutus siklus perkembangan nyamuk. Pasir itu bisa diperoleh secara gratis di puskesmas-puskesmas,'' katanya. Waspada Kasus Impor Selain DB, dia menyebutkan pula perlunya kewaspadaan terhadap kemungkinan timbulnya gejala penyakit akibat kekeringan seperti diare, inveksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan malaria. Kasus malaria harus diwasapadai, karena nyamuk penular biasanya berkembang pada aliran sungai yang airnya sedikit. Kendati kasus penyakit itu cenderung menurun, lanjutnya, masyarakat harus melakukan penanganan secara cepat dengan pemberantasan vektor dengan penyemprotan. ''Dituntut kewaspadaan tinggi terutama kasus impor agar dapat melakukanpengobatan radikal. Misalnya, penderita yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah endemis agar melaporkan ke puskesmas,'' ujarnya. Penderita supaya minum obat sesuai anjuran tenaga medis. Melakukan upaya pencegahan, misalnya, tidur menggunakan kelambu yang berinsektisida. Kurangnya persediaan air bersih juga bisa mengakibatkan merebaknya diare. ''Untuk menghindarinya, air minum harus dimasak dulu sebelum dikonsumsi. Perilaku hidup sehat juga harus dimulai dari sekarang.'' (G1-73) |