logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 Agustus 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Sulit Diatasi Hanya dengan Lampu Lalu Lintas

  • Kemacetan di Kalibanteng

SEMARANG- Kemacetan di sejumlah jalan ke bundaran Kalibanteng dirasakan sulit diatasi hanya dengan mengatur durasi nyala lampu lalu lintas. Karena itu pembangunan jalan layang menjadi pilihan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Andi Agus Wandono SH menyatakan sudah mengatur lampu lalu lintas di Kalibanteng agar tak terjadi antrean terlalu panjang. Namun pengaturan di satu sisi jalan justru berdampak ke jalan lain.

Berdasar pengamatan, pagi hari arus kendaraan cukup padat dari arah barat, yakni Jalan Siliwangi, terutama pada jam kerja. Mereka adalah para pekerja atau mahasiswa/pelajar yang akan menjalankan aktivitas di tengah kota atau timur.

Dari Jalan Siliwangi, para pengendara lebih banyak menuju ke Jenderal Sudirman. Banyak kendaraan pada waktu sibuk itu menimbulkan antrean panjang ketika lampu pengatur lalu lintas di Jalan Siliwangi menyala merah.

Pada saat lampu menyala hijau, tak semua kendaraan yang antre bisa meneruskan perjalanan. Lampu sudah menyala merah lagi sebelum antrean habis. Bahkan kendaaran lain yang terus berdatangan membuat antrean lebih panjang.

Andi mengatakan, pernah memanjangkan durasi nyala hijau lampu pengatur lalu lintas di Jalan Siliwangi. Upaya itu mengurangi antrean. Namun membuat antrean lebih panjang lagi di Jalan Arteri Yos Soedarso. ''Memang pembangunan jalan layang salah satu solusi yang bisa diandalkan.''

Keberadaan jalan layang, kata dia, membuat pengendara yang akan menuju ke Jalan Arteri Yos Sudarso dan Jenderal Sudirman dari Siliwangi tak perlu melewati bundaran Kalibanteng. Dengan demikian, kepadatan arus lalu lintas terkurangi.

Secara terpisah anggota Komisi D DPRD Kota H Achmad Yusuf Sujiyanto meminta dalam keikutsertaan melaksanakan proyek pembangunan jalan layang, Pemerintah Kota harus menempatkan staf yang profesional. Itu penting, sebab Pemerintah Kota akan terkait dengan pembebasan sebagian tanah di kawasan itu.

''Jangan orang yang sudah sering bermasalah ditempatkan di proyek besar tersebut. Apalagi orang yang tidak jujur.''

Dia menuturkan perkembangan permukiman penduduk di wilayah barat seakan membuat Jalan Siliwingi menyempit. Itu terlihat ketika masyarakat akan menjalankan aktivitas ke tengah kota. ''Setiap jam sibuk dipastikan arus di Jalan Siliwangi macet. Antrean di traffic light juga cukup panjang.'' (G7-84g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA