logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 Agustus 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

665.000 Balita Kurang Vitamin A

SEMARANG- Diperkirakan sebanyak 665.000 balita (umur 6-60 bulan) di Jawa Tengah menderita kekurangan vitamin A taraf ringan. Balita penderita, sekitar 32 % dari total jumlah balita di Jateng, itu tidak mengalami gejala, tetapi bisa dilihat lewat tes darah.

''Walaupun masalah xeroftalmia yaitu buta senja dan kebutaan akibat kekurangan vitamin A sudah dapat diatasi pada 1993, namun diperkirakan 32 persen balita masih kurang vitamin A,'' kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Budihardja DTMH MPH, Senin (11/8), kepada wartawan di kantornya.

Balita tersebut menyebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka yang tinggal di daerah pantai lebih besar dibandingkan dari daerah pedalaman.

Ia menyebutkan pula bahwa temuan Hellen Keller Indonesia (HKI) dari hasil survei Pemantauan Status Gizi dan Kesehatan (Nutrition & Health Surveillance System) selama 1998-2002 yang menyatakan 10 juta anak Indonesia berisiko kekurangan vitamin A layak dipercaya. Jumlah itu berarti separuh dari jumlah anak balita di Indonesia.

Menurutnya, kekurangan vitamin A nonklinis ditandai oleh rendahnya kadar vitamin itu dalam darah. Kondisi itu tak bisa dikenali melalui pengamatan fisik. ''Penyakit itu hanya dapat dikenali melalui pemeriksaan laboratorium, yaitu dilihat dari kadar vitamin A dalam serum darah.''

Akibatnya adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. ''Penderita ini akan mudah sakit. Bila sakit akan menjadi lebih parah, sehingga meningkatkan risiko kematian.''

Namun temuan tersebut tak perlu terlalu dicemaskan. Menurut Budihardja, pihaknya telah memberikan perlindungan kepada seluruh balita melalui program pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi. (G1-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA