logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 Agustus 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Tiga Saksi Dimintai Keterangan

  • Kebakaran di Jl Soekarno-Hatta

PEDURUNGAN -Tiga saksi kebakaran yang menimpa empat bangunan di Jl Soekarno-Hatta (Jl Arteri Pedurungan) No 232 telah dimintai keterangan oleh aparat dari Mapolsekta Semarang Timur.

Hasil pemeriksaan belum mengarah pada sebab-sebab kebakaran. Tiga saksi tersebut yaitu Parman (40), Subiyanto (30), dan Budi Harnomo (28). Selain itu, polisi mengamankan barang bukti berupa puing-puing kayu dan seng yang terbakar.

Kapolsek Semarang Timur AKP Joko Poernomo belum bisa menjelaskan mengenai penyebab kebakaran tersebut. Polisi juga akan meminta keterangan korban Suharno dan Kasnawi.

Dia mengatakan, dulu tempat itu untuk penampungan oli. Namun, bukan oli tersebut yang menjadi penyebab kebakaran. Apalagi usaha oli sudah terlalu lama dihentikan. Setelah itu, korban alih usaha di bidang perkayuan, studio musik, bahan material, dan warung makan.

Seperti diberitakan, kebakaran menimpa empat bangunan di arteri Jl Soekarno-Hatta Pedurungan. Keempat bangunan rumah itu terdiri atas satu bangunan perusahaan mebel dan satu rumah milik Suharno Wiyono (52), satu rumah milik Kasnawi (40), keduanya warga Jl Soekarno-Hatta, arteri Pedurungan.

Satu bangunan lagi yaitu perusahaan mebel milik Kari (40) warga Tlogosari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar.

Pita kuning police line masih terpasang di depan rumah korban. Di atas puing-puing bangunan yang terbakar terlihat beberapa orang tengah mencari beberapa barang yang masih bisa dimanfaatkan.

Firasat

Suharno bersama istri dan keempat anaknya untuk sementara menginap di rumah adik kandungnya, Sukamto (46) warga Jl Soekarno-Hatta No 156.

Hal yang sama dilakukan oleh adik dan kakak korban Subiyanto (30) dan Ki Joko Sutejo (49). Sejumlah kerabat, tetangga, dan saudaranya masih berdatangan. ''Saya pasrahkan semua ini kepada Tuhan. Harta bagi saya bisa dicari. Semua kehendak Allah,'' katanya pasrah.

Sebelum kejadian, korban mengaku mendapat firasat kurang baik. Antara lain, kulit di atas kelopak mata kirinya sering berdenyut hingga sebulan. Selain itu, dia juga bermimpi diberi janur kuning oleh seseorang yang tak dikenal.(G5-45e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA