logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 Agustus 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Siswa SD yang Pungut Sampah Dapat Tali Asih

BATURRADEN - Pemungutan sampah plastik di kawasan wisata Baturraden yang dilakukan siswa SDN 1 Kemutug Lor dan SDN Munggangsari bukan sekadar bersih lingkungan atau mengganggap itu sebagai perbuatan yang merendahkan siswa.

''Sebab ada maksud lain di dalamnya, yaitu penanaman pada mereka rasa cinta alam dan bersih lingkungan, khususnya di lokasi objek wisata,'' kata Kepala SDN 1 Kemutug Lor Iksan, kemarin.

Dia mengatakan, para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata justru sering melakukan hal yang tidak terpuji dengan membuang sampah sembarangan, terutama bekas minuman kemasan, bungkus makanan kecil, atau kantong plastik. ''Sering kali mereka membuang sampah tidak pada tempatnya karena lebih mudah dan tidak ada yang melihat,'' katanya.

Dia mencontohkan, beraneka ragam sampah plastik berserakan pada jalur menuju Pancuran Tujuh Baturraden, misalnya kantong plastik, bekas kemasan minuman, dan bungkus makanan ringan. Hal sama juga terjadi pada objek wisata alam lain di lereng Gunung Slamet, seperti Wanawisata, Telaga Sunyi.

Kemitraan

Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB), kata dia, sangat peduli terhadap kegiatan yang menyangkut objek wisata di Baturraden. Diharapkan, kegiatan kemitraan itu diadakan secara periodik dengan mengajak sekolah lain di Kecamatan Baturraden. ''Alangkah baiknya jika melibatkan Pramuka karena sangat terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan.''

Ketua PMPB Djatmiko SH MSi yang ditemui terpisah mengemukakan, paguyuban mempunyai obsesi untuk mengajak semua elemen masyarakat di kawasan wisata Baturraden agar peduli terhadap lingkungan. Soalnya, alam di lereng Slamet ini memberikan penghasilan kepada mereka. ''Karena itu setidaknya ikutlah menjaga citra wisata Baturraden agar wisatawan tidak kecewa dan kapok berkunjung,'' katanya.

Seusai memungut sampah plastik, siswa SD yang melakukan bakti sosial itu diajak makan siang bersama. Dalam kesempatan itu PMPB memberikan uang tali asih Rp 10.000 bagi mereka yang memungut sampah terbanyak. Di antara mereka, Norenda alias Pepeng (kelas 6), Ragil, dan Endi, keduanya kelas 5.

Iksan mengatakan, mereka yang melakukan bakti bersih di jalur Pancuran Tujuh adalah siswa kelas 4, 5, dan 6. Siswa kelas 1 hingga 3 sekadar bermain di lokawisata Baturraden untuk mengenal alam dan sekitarnya. ''Dari sekolah ke lokawisata mereka berjalan kaki sekaligus berolahraga,'' tambahnya. (P52-42i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA