
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Pemkot Siapkan Tanah dan RumahTEGAL- Warga yang rumahnya terkena pembebasan proyek jalan lingkar utara Tegal akan ditempatkan di lokasi strategis. Pemkot Tegal telah menyiapkan lahan di Jl Bawal Barat Kelurahan Tegalsari yang berlokasi tidak jauh dari rumah yang kini mereka tempati. "Lahan yang disediakan itu cukup untuk didirikan 25 rumah. Selain tanah, Pemkot juga akan membangunkan rumah bagi warga yang rumahnya terkena pembebasan dan bersedia pindah ke lokasi tersebut," kata Tarjudi, Kepala Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Tegal, kemarin. Dia mengatakan, warga yang setuju, tinggal menempati. Namun bagi warga yang menghendaki ganti rugi dalam bentuk uang, Pemkot juga siap memenuhi permintaan tersebut. "Pemkot akan memberikan ganti rugi yang memadai. Lahan yang disediakan berikut rumah yang dibangun pun juga layak," jelasnya. Lahan yang disediakan berikut bangunannya itu, diperuntukkan warga di Jl Blanak Timur yang rumahnya terkena pembebasan proyek jalan lingkar. Jumlah rumah warga yang terkena pembebasan tersebut, kata Tarjudi, diperkirakan sekitar 20 buah. Bekas Gedung SD Lokasi untuk menempatkan kembali warga Jl Blanak Timur tersebut, merupakan lahan bekas gedung SDN Tegalsari 7 dan SDN Tegalsari 9. Kedua gedung SDN itu, sudah tidak ditempati dan kondisinya rusak parah. Bahkan, saat ini gedung SDN Tegalsari 07 dijadikan gudang oleh pemulung. "Lokasinya hanya berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga yang terkena pembebasan. Lahan itu cukup untuk didirikan 25 unit rumah, berikut jalan lingkungannya," jelasnya. Ia mengakui, pembebasan tanah milik 20 warga di Jl Blanak Timur yang akan dipakai jalan lingkar belum ada titik temu. Bahkan, ada kesan mereka menolak tanahnya dibebaskan. Penolakan itu sudah disampaikan dalam bentuk surat kepada Ketua DPRD dan Wali Kota Tegal, Sabtu (9/8) lalu. "Sebenarnya sosialisasi sudah dilakukan kepada ketua RT/RW dan tokoh masyarakat. Warga yang terkena pembebasan memang belum dikumpulkan dan diajak musyawarah. Karena itu, mungkin mereka menerima informasi dari luar yang belum lengkap, " katanya. Hingga kemarin, pengukuran lahan yang akan dipakai untuk jalan lingkar hampir selesai, tinggal di Jl Blanak Timur yang merupakan permukiman penduduk. Pada minggu ini, pengukuran dan pematokan diharapkan selesai, termasuk masalah dengan warga yang rumahnya terkena pembebasan sudah dicapai ada titik temu. (so-80i) |