
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Pasukan Ditarik dari Desa KejenePEMALANG- Pasukan penggerebek para tersangka perusakan pos Perhutani yang terdiri atas petugas UPS, Reskrim, Intel, dan Brimob, ditarik dari Desa Kejene, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, kemarin. Sejak Jumat lalu, mereka mengejar para tersangka sampai ke dalam hutan. "Hari ini (kemarin) penyisiran para pelaku perusakan dan pencurian kayu dihentikan. Meski demikian, kami masih terus memantau desa itu hingga seluruh tersangka bisa ditangkap,'' kata Kapolres AKBP Moechgiyarto, kemarin. Dari sejumlah orang yang diamankan dalam operasi penggerebekan itu, setelah dilakukan pemeriksaan terdapat tujuh tersangka. Mereka adalah Rasid (22), Junaidi alias Jalil (22), Tato (39), Slamet (41), Nurhadi alias Junaidi (18), Karyo alias Ganefo (40), dan Solichin (49). Warga lain yang dalam pemeriksaan belum terbukti bersalah dipulangkan. Namun identitas mereka tetap dicatat. Apabila sewaktu-waktu ada keterangan yang membuktikan mereka bersalah dalam kasus itu, mereka akan dijemput lagi. Selain tersangka, petugas berhasil pula mengamankan sejumlah kayu jati yang dijarah penduduk. Jumlahnya secara keseluruhan belum diketahui. Barang bukti itu, diambil dari tempat penyimpanan milik para tersangka. Sementara itu pohon-pohon jati yang ditebang secara liar oleh warga, belum diamankan. Sebab lokasinya jauh dari desa dan medannya sulit. Selain itu, perhatian petugas juga masih berpusat pada penangkapan para tersangka. Kapolres mengatakan, dalam operasi penggerebekan, sikap warga cukup kooperatif. Sebab sebelum operasi dimulai, pihaknya memberikan pengarahan dulu kepada warga di balai desa dan mengajak pamong desa ketika melaksanakan operasi. Penyisiran tidak di perkampungan dan hutan saja, tetapi juga dilakukan di terminal. Administratur Perhutani YC Soewarsono ketika dimintai konfirmasi belum bisa menjelaskan berapa kerugian perhutani akibat peristiwa itu. Namun dia memperkirakan ratusan pohon jati telah roboh ditebang liar oleh penduduk. (sf-80i) |