
| Selasa, 12 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Metode Pengelolaan Lingkungan Perlu Terus DikembangkanYOGYAKARTA-Walaupun peraturan-peraturan tentang lingkungan telah tersedia, metode-metode pengelolaan dan pemantauan lingkungan masih perlu dikembangkan. Pemantauan lingkungan yang disebut sebagai post-audit dan berguna sebagai masukan untuk memperbaiki analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta untuk perbaikan kebijaksanaan lingkungan masih jarang dilaksanakan dan dievaluasi secara seksama. "Salah satu metode pemantauan lingkungan yang dapat dikembangkan adalah dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh sistem satelit," ujar konsultan independen teknologi dan sistem informasi Drs Petrus Paryono MSi. Dia mengemukakan hal itu dalam disertasi untuk meraih derajat doktor Ilmu Geografi dari UGM Yogyakarta. Pada ujian promosi di Program Pascasarjana UGM kemarin, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Untuk menyusun disertasi tersebut, Petrus sengaja melakukan penelitian di perusahaan pertambangan tembaga, emas, dan perak PT Freeport Indonesia Co (PTFI) yang beroperasi sejak awal 1970 hingga kini. Satelit landsat merekam objek-objek di wilayah pesisir daerah penelitian dan menghasilkan citra multitemporal yang dapat digunakan untuk menunjukkan perubahan luas daratan terliput vegetasi dan tak terliput vegetasi dan batimetri perairan dari waktu ke waktu. Dari luas keseluruhan daerah penelitian di Kabupaten Mimika, 91,5% tidak mengalami perubahan kelas liputan lahan dalam 11 tahun (1988-1999). Perubahan kelas liputan lahan yang terlihat antara kelas air dan vegetasi (4%) yang fluktuatif. Hal itu menunjukkan dinamika perkembangan di tepi pantai yang banyak ditumbuhi tanaman mangrove baru.(P12-81e) |