logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 8 Agustus 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Senam Pernapasan Mahatma Bisa Sembuhkan Penyakit

SIMPANGLIMA- Senam pernapasan Mari Sehat Bersama (Mahatma) bisa menyembuhkannya. Seperti yang diungkapkan Prof Drs H Sardanto Tjokroaminoto (75), salah satu anggota Lembaga Senam Pernapasan (LSP) Mahatma saat latihan bersama di lapangan Simpanglima, baru-baru ini.

"Saya pernah terkena asam urat, tapi setelah mengikuti senam ini bisa sembuh," kata mantan Dekan Fakultas Sastra Undip Semarang.

Menurut dia, sebelum mengikuti Mahatma, kadar asam uratnya antara 3-7. Tapi setelah mengikuti senam ini, rata-rata kadar asam uratnya menunjukkan angka di bawah enam. "Saya senang sekali, terbukti senam ini bisa menyembuhkan penyakit," tandas dia.

Lain lagi yang dikatakan HM Soemarman, anggota tertua LSP yang berusia 78 tahun. Sejak mengikuti latihan, sampai sekarang tidak pernah merasakan lelah.

"Dulu kaki saya sering gemetar, dengan latihan seminggu dua kali rasa gemetar itu sekarang hilang."

Koordinator Jaringan LSP Mahatma se-Kota Semarang Somdani mengatakan, senam Mahatma merupakan bentuk senam pernapasan yang bisa menyembuhkan penyakit. Selain itu untuk mempererat tali silaturrahmi antaranggota.

"Biar pun ajaran yang kami lakukan secara Islam, tapi yang non-Islam pun boleh mengikuti."

Berbagai penyakit fisik yang sudah terbukti dapat diobati dalam waktu singkat antara lain penyakit asma, maag, darah tinggi dan lain-lain.

Di samping itu, juga membebaskan kita dari penyakit nonfisik, seperti guna-guna, santet, teluh, pelet dan sejenisnya. "Itu hanya tergantung atas kekuasaan Allah semata," ungkap dia.

Dia menambahkan, ada 10 jurus di LSP Mahatma. Kesepuluh jurus itu mempunyai arti masing-masing untuk menyembuhkan penyakit. Di antaranya pada jurus kedua, bisa menyembuhkan lemah, letih, lesu, dan lemah syahwat.

Atraksi

Pada kegiatan latihan bersama disuguhkan pula berbagai atraksi yang menarik. Di antaranya mematahkan lempengan besi dengan menggunakan tangan.

Pada atraksi tersebut, Prof Drs Sardanto yang sudah tua ternyata bisa mematahkan lempengan besi itu.

Atraksi lain, mematahkan lempengan besi dengan menggunakan media koran. Somdani menjelaskan, atraksi tersebut bukan untuk pamer tapi diambil himahnya.

"Dengan kekuatan tenaga kita dan atas izin Allah, besi ini bisa patah walaupun dengan media koran." Untuk itu dia mengajak kepada anggota agar lebih serius dalam berlatih.

Atraksi yang mendebarkan saat anggota dari Demak memanjat lampu neon yang dipegangi dua rekannya. Dengan konsentrasi, dia memanjat bahkan dua kali dia naik-turun. Seandainya gagal, dia bisa terluka kena pecahan neon itu. (H4-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA