logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 10 Juli 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Bahari Taksi Segera Ramaikan Tegal

  • Tahap Pertama 10 Unit

TEGAL - Taksi berargo segera beroperasi di Kota Tegal, yaitu Bahari Taksi. Bertepatan dengan Hari Koperasi 12 Juli mendatang, armada yang dikelola Koperasi Pengemudi Angkutan Kota Dita Ayu Bahari itu akan diluncurkan.

''Tahap pertama baru 10 unit, untuk dicoba selama tiga bulan. Berikutnya akan ditambah sampai menjadi 50 unit,'' kata Ketua Koperasi, Slamet, usai bertemu Wali Kota Adi Winarso SSos untuk mengenalkan armada taksinya.

Armada yang akan dioperasikan pada tahap pertama ini merupakan mobil bekas taksi di Jakarta, dengan merek Proton Saga. Saat ini sedang dalam proses mutasi.

Diharapkan dalam minggu ini prosesnya selesai, sehingga 12 Juli bisa diluncurkan. ''Atau paling tidak akhir Juli sudah beroperasi,'' katanya.

Pihaknya sudah menyiapkan 15 sopir. Armada tambahan nantinya menggunakan mobil Hyundai. Taksi ini nantinya akan menjadi milik anggota. Tentunya setelah kewajiban sopir dipenuhi, yakni setoran Rp 100.000/hari.

Untuk mobil bekas diangsur selama tiga tahun. Sedangkan mobil baru lima tahun. Taksi ini operasinya tidak hanya sebatas Kota Tegal. Tapi bisa melayani penumpang hingga ke kota-kota lain di Jateng.

''Karena izin operasionalnya dari Pemprov, sehingga wilayah operasinya bisa lintas kota. Hanya, pangkalannya di Tegal.''

Sementara itu, tukang becak yang mangkal di stasiun menyatakan tidak setuju bila taksi tersebut mangkal di sekitar stasiun.

''Tahun 2001 lalu sudah ada rencana akan ada taksi. Saat itu tukang becak di stasiun juga menolak, karena takut kehilangan penghasilan. Jadi kalau taksi mangkal di sini, tukang becak akan protes,'' tutur Irfan Khaimudin (40), pengurus paguyuban tukang becak di stasiun.

Jangan Serobot

Penasihat Paguyuban Angkutan Kota jalur II, HM Amansyah, menyatakan, untuk menjadi Kota Metropolis, sudah saatnya Tegal memiliki taksi. Sebab keberadaannya justru bermanfaat bagi masyarakat.

Namun untuk menghindari benturan dengan moda angkutan umum lainnya, seperi becak dan angkot, pihak pengelola taksi harus tahu diri.

''Jangan sampai menyerobot lahan orang lain. Agar tidak menimbulkan kecemburuan, jangan mangkal di tempat yang sama dengan becak atau angkot. Bisa saja melayani konsumen melalui telepon,'' ungkapnya.

Ketua Paguyuban Angkutan Tegal-Banjaran Citra Ayu Bahari, H Mustafa Kamal, menyatakan setuju bila di Tegal ada taksi. Tapi harus memiliki pangkalan sendiri, jangan sampai menyerobot lahan angkot atau angkudes.

Ia juga berharap, paguyuban-paguyuban angkutan umum, baik angkot, angkudes dan becak terlebih dahulu diajak musyawarah. Dinas Perhubungan dan Organda juga harus melakukan sosialisasi.

''Kalau tidak diajak musyawarah jelas akan memprotes,'' katanya. (so-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA