logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 4 Juli 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pemerkosaan, Pelanggaran HAM Berat

PEMERKOSAAN merupakan fenomena yang mengerikan, apalagi jika dilakukan terhadap anak-anak. Sulit membayangkan trauma yang melekat pada anak-anak korban pemerkosaan.

Pemerkosaan termasuk yang diikuti dengan pembunuhan masih saja terjadi di mana-mana. Korbannya pun bermacam-macam usia dan kalangan, bahkan kini balita pun menjadi korban. Pelaku pemerkosaan pun variatif, remaja, dewasa, bahkan kakek-kakek.

''Kalau melihat dan mencermati betapa kejam perbuatan dalam kasus pemerkosaan, tidaklah berlebihan jika pemerkosaan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat,'' ungkap Hamidah Abdurrachman, seorang pegiat perempuan dari Kota Tegal.

Pemerkosaan merupakan tindakan pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk melakukan kontak seksual seorang laki-laki terhadap wanita.

Hamidah yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti (UPS) Tegal tak sependapat dengan kesimpulan bahwa pemerkosaan merupakan kekhilafan pelaku yang secara spontan ingin menyalurkan nafsu berahi yang tak tertahankan atau perbuatan yang hanya dilakukan orang tidak waras atau mengalami ketidakseimbangan psikis akibat trauma masa lalu yang kelabu.

Mengutip hasil penelitian Yayasan Kalyanamitra (sebuah lembaga informasi dan komunikasi masalah perempuan di Jakarta), 73% dari 185 kasus pemerkosaan yang ada, ternyata direncanakan sebelumnya. Hanya 1% kasus yang dilakukan oleh orang yang tidak waras. Dengan demikian, sebagian besar pemerkosaan dilakukan dengan sadar dan dikehendaki oleh para pelakunya. Beberapa kasus dilakukan oleh orang-orang yang dikenal dekat korban.

Diancam 12 Tahun

Sebagai pakar hukum pidana, dia menyatakan, sesuai dengan Pasal 285 KUHP, pemerkosaan dapat diancam penjara paling lama 12 tahun. Namun, dalam praktiknya, jarang ada putusan yang dijatuhkan maksimal. Paling berkisar dalam hitungan bulan saja.

Melihat akibat buruk dari pemerkosaan terutama terhadap korbannya, katanya, masalah pemerkosaan bukanlah sekadar perbuatan melanggar hukum. Namun, lebih dari itu, pemerkosaan menghancurkan harkat, martabat, dan kehormatan wanita.

Dari sisi perlindungan hak asasi manusia, pemerkosaan bahkan dikategorikan sebagai pelanggaran HAM yang keras (gross human right violation), yang menyerang kepentingan diri pribadi, kehormatan, martabat, dan hak milik seseorang.

''Pelanggaran itu seharusnya mendapat perhatian sungguh-sungguh dari aparat penegak hukum agar perlindungan HAM terhadap perempuan menjadi kenyataan,'' tandasnya.

Karena itu, sebagai seorang yang sering menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, dia sangat menyesalkan terhadap beberapa kasus pemerkosaan (seperti kasus di Polsek Dukuhturi dan Bumiayu) yang penyidikannya dihentikan oleh polisi dengan alasan tidak cukup bukti. Apa yang terjadi dianggap tidak lebih merupakan hubungan suka sama suka.

Bila persepsi penegak hukum seperti ini, kata Hamidah, akan membahayakan kelangsungan hak-hak perempuan, bahkan mengancam perlindungan harkat martabat manusia. Seharusnya, tugas polisi adalah melakukan penyidikan. Pembuktian pelaku bersalah atau tidak biarlah menjadi wewenang hakim.

Dia juga menyayangkan putusan hakim yang dalam beberapa kasus pemerkosaan tampaknya belum berpihak kepada korban (perempuan). Dalam pemeriksaan di pengadilan, hakim tampak masih berpegang kepada pembuktian formal, tanpa pernah menyentuh persoalan-persoalan psikis yang menjadi dampak pemerkosaan bagi korban, khususnya anak di bawah umur.

Bila kasus-kasus pemerkosaan tak ditangani serius oleh polisi dan hakim menjatuhkan hukuman ringan, kejahatan pemerkosaan dikhawatirkan semakin merebak. Padahal, bisa saja pemerkosa tidak hanya di proses berdasarkan Pasal 285 KUHP (yang dari sisi pembuktian sangat merugikan perempuan), tapi dikenakan juga UU Perlindungan HAM sehingga lebih komprehensif.

''Tidak ada perkecualian, pemerkosa seharusnya mendapat hukuman yang berat agar jera dan perbuatan yang menimpa kaum perempuan berkurang,'' tegasnya. (Sigit Oedianto-80e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA