logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 2 Juli 2003 Sala  
Line

Kapolres Dituntut Tuntaskan Kasus Korupsi

  • Demo LSM Peringati Hari Bhayangkara

KARANGANYAR-Difasilitasi KPBH Atma (Advokasi Transformasi Masyarakat), belasan orang dari berbagai elemen masyarakat dan LSM mendatangi Mapolres Karanganyar.

Kedatangan itu dimaksudkan untuk memberikan kado istimewa bagi Kapolres Karanganyar, AKBP Amrin Remico, bertepatan dengan ulang tahun Ke-57 Bhayangkara, 1 Juli 2003, kemarin.

Kado berbentuk timbangan, pernyataan sikap masyarakat, dan buku dengan judul Langit Biru Ditutupi Awan Gelap yang diterima Amrin, untuk meminta Polres menuntaskan berbagai kasus di Karanganyar, terutama korupsi.

Dalam pernyataan sikapnya, para pendemo meminta pada pihak polisi tetap memegang teguh komitmennya untuk menegakkan hukum, menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Di samping itu polisi diharapkan pula untuk melakukan pembenahan, baik terhadap institusi maupun personal.

''Masalah penegakan hukum saat ini belum memenuhi rasa keadilan masyarakat atau pencari keadilan. Rasa kurang kepercayaan masyarakat pada kinerja kepolisian masih banyak muncul, terutama pada penanganan kasus-kasus yang menyangkut korupsi,'' tandas Baris Lamhot, dari Atma.

''Karena itu, kami berharap kepolisian tetap menjaga kepercayaan dan tumpuan masyarakat sebagai aparat penegak hukum dengan melakukan upaya-upaya untuk menuntaskan berbagai kasus di Karangayar, serta menegakkan supremasi hukum di Indonesia,'' tambah dia.

Diharapkan, lanjut dia, polisi tidak hanya memberi janji-janji belaka pada masyarakat, tapi juga melakukan tindakan nyata dalam mengungkap berbagai penyimpangan hukum agar masyarakat mentaati hukum.

Dihadapan para pendemo di ruang kerjanya, Kapolres AKBP Amrin Remico minta maaf bila kinerja yang dilakukan selama ini, baik dirinya maupun aparatnya belum memenuhi keinginan masyarakat. ''Kami berterimakasih atas kritik yang disampaikan masyarakat sebagai bahan instropeksi,'' kata Amrin.

''Tapi saya berharap, kritik terhadap penegakan hukum tidak hanya ditujukan pada kepolisian saja, tapi seluruh aparat yang lain, seperti kejaksaan, pengadilan, dan pemerintah daerah,'' tambah dia.

Amrin melanjutkan, dalam upaya penegakan hukum di masyarakat, para penegak hukum tidak bisa kerja sendirian. ''Kami harus bekerja sama dengan pihak-pihak lain, seperti masyarakat, pers, dan LSM.''

Dikembalikan

Pada bagian lain, untuk ketiga kali pihak kejaksaan mengembalikan berkas acara penyidikan (BAP) kasus korupsi dugaan bagi-bagi uang APBD 2001 Rp 450 juta. Berkas itu dikembalikan pada polisi 25 Juni lalu setelah kejaksaan menerima pelimpahan itu pada 19 Juni.

''Kami telah menerima pelimpahan BAP kasus korupsi Rp 450 juta itu tiga kali dari polisi, tiga kali pula kami mengembalikannya karena kurang lengkap'' kata Kajari Soekardjo Qaolany SH.

Namun, Amrin mengaku belum menerima pengembalian berkas tersebut. ''Kami memang telah menyerahkan berkas kasus korupsi itu pada kejaksaan, tapi kami belum mengetahui kalau berkas itu dikembalikan lagi pada kami,'' ujarnya.

''Kalau alasan pengembalian itu karena belum lengkap, kami minta petunjuk pada kejaksaan untuk melengkapi,'' lanjutnya

Apakah selama pengembalian oleh kejaksaan tidak dilengkapi dengan petunjuk untuk penyempurnaannya? Amrin berkata, "memang sudah ada petunjuk. Namun, untuk yang ketiga ini kami belum tahu dan belum baca." (G8-58i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA