
| Jumat, 20 Juni 2003 | Tajuk Rencana |
Dunia Geger karena Seorang David Beckham- Praktis selama lebih dari satu bulan terakhir ini, dunia dibuat geger oleh rumor seputar masa depan David Beckham. Dan, Rabu lalu semua spekulasi mengenai ke mana bintang Manchester United itu akan berlabuh, terjawab sudah. Real Madrid, klub Spanyol yang sejauh ini dikenal sebagai the dream team, menggaetnya dengan nilai transfer 35 juta euro atau sekitar Rp 340 miliar. Sebelum ini disebut-sebut dua klub lain yang juga berminat, yakni Barcelona dan AC Milan. Walaupun bukan merupakan transfer tertinggi di dunia, bagi MU momen kepindahan itu setimpal dengan popularitas Beckham, mengingat itu terjadi sebelum masa kontraknya berakhir dua tahun lagi. Kalau masa kontrak habis, Beckham bebas pergi tanpa uang transfer.
- Perhatian para pencinta bola, bahkan tidak hanya penggila sejati sepakbola, diperkirakan bakal beralih dari Old Trafford ke Santiago Bernjbeu. David Beckham telah menjadi daya tarik komersial yang luar biasa. Pemilik umpan silang akurat ini adalah ikon kelelakian dan mode. Ditopang oleh pernikahannya dengan penyanyi Victoria "Posh" Adams, mantan personel Spice Girls, Beckham bukan hanya superstar sepakbola. Dia telah menjelma sebagai selebritas nomor satu di Inggris dengan penggemar global. Di Asia, khususnya Jepang, popularitas Becks sedemikian tinggi, sehingga banyak produsen yang bergantung untuk memasarkan produknya. Karena popularitas kapten tim nasional Inggris itu pula, MU ditaksir memiliki penggemar lebih dari 11 juta orang di Asia.
- Adakah dengan demikian daya pikat MU akan menurun sepeninggal sang magnet? Dari sisi personalitas, mungkin ya. Tetapi dari segi permainan, Sir Alex Ferguson diyakini tetap mampu meramu kekuatan The Red Devils tanpa Beckham. Selama ini, selain keunggulan umpan silangnya, Becks punya keistimewaan sebagai pengambil tendangan bebas dengan tingkat presisi terbaik di dunia. Tendangan paraboliknya disebut-sebut lebih baik dari Zinedine Zidane dan legenda-legenda yang pernah ada di sepakbola. Jelas, sedikit banyak MU bakal terpengaruh, tetapi Fergie kini juga menyiapkan pengganti yang berkapasitas setara. Beckham mungkin tak tergantikan, tetapi Ronaldinho yang diproyeksikan pun tentu memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dipunyai Beckham. - Popularitas Real Madrid diperkirakan meningkat. Setelah era AC Milan pada 1990-an, belum ada klub lain yang pantas digelari dream team, dan baru Real Madrid pada periode ini dengan berkumpulnya maestro-maestro: Zidane, Roberto Carlos, Raul Gonzales, Luis Figo, dan Ronaldo. Kini kekuatan nggegirisi itu bertambah lagi dengan kehadiran David Beckham. Permainan macam apa yang akan tercipta? Itu masih ditambah "kampanye" popularitas yang tentu mendatangkan keuntungan finansial di sektor iklan dan pemasaran merchandising-nya. Padahal semula diperkirakan El Real akan lebih memilih mencari bintang pertahanan karena fakta rapuhnya barisan belakang yang menyebabkan kegagalan Real di Liga Champions tahun ini.
- Beckham menciptakan pusaran magnet global ke dalam fenomena idolatrika. Apa pun yang terjadi tentang dia tidak hanya diikuti para penggemar sepakbola, tetapi telah merambah ke komunitas nonsepakbola. Di Inggris, dua perguruan tinggi yakni Universitas British dan Universitas Staffordshire mengetengahkan mata kuliah unik: Beckhamologi sejak tahun 2000. Beckham dijadikan pusat studi dari perspektif media massa, sosiologi, dan ilmu olahraga. Sebelum itu, Andrew Parker dari Universitas Warwick membuat kajian tentang maskulinitas Beckham. Disimpulkan, ayah dua anak yang berangkat dari status sosial kelas pekerja itu menjadi ikon keteladanan, baik sebagai bintang, ayah, maupun orang yang tetap menghayati nilai-nilai keharmonisan keluarga.
- Rasanya belum pernah muncul pesepakbola dengan perspektif perhatian massa yang sekomplet Beckham. Pele, Cruyff, atau Maradona, diakui istimewa sebagai mahabintang, termasuk dengan karakteristik dan kontroversi perjalanan hidupnya. Tetapi pesepakbola yang juga sebagai ikon kehidupan, itu baru terjadi pada Beckham. Dapat dipahami, di balik semua itu, sebagai manusia Beckham sebenarnya masih belum dapat menghapus keterikatan cintanya pada MU. Selama 15 tahun, ia tumbuh dan besar di klub tersebut. Hubungannya dengan Alex Ferguson diwarnai pasang surut. Namun di ujung "lakon" kepindahannya, kedua tokoh MU itu saling memberikan respek. Satu lagi fakta yang makin menguatkan indikator kebesaran seorang David Beckham. |