
| Jumat, 20 Juni 2003 | Sala |
SPBM Swadana Jangan Jadi Solusi TunggalKENTINGAN- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS berharap universitas menambah alokasi dana untuk mahasiswa pintar tetapi tidak mampu. Harapan ini akan mengurangi kesan bahwa perguruan tinggi hanya mengejar keuntungan. ''Mahasiswa yang pintar, tetapi tidak mampu perlu dipikirkan. Misalnya, dengan program beasiswa, pengadaan program perbantuan mahasiswa, pendampingan orang tua asuh, subsidi, dan sebagainya,'' kata Presiden BEM UNS, Adi Sumarno, kemarin. Dia mengatakan program SPMB swadana yang dilakukan UNS seharusnya tidak menjadi solusi tunggal atas kurangnya dana. Selain itu tidak selamanya diterapkan, itu juga harus melihat kemampuan masyarakat. Adapun Kadiv Propaganda BEM UNS, Aji Kurnia mengatakan, mencermati mahalnya biaya pendidikan yang akhir-akhir ini ditanggapi banyak pihak, BEM sebenarnya merasa prihatin. ''Gejala ini bukan mengada-ada dan tanpa alasan. BEM beberapa kali menerima keluhan dari warga masyarakat yang terbebani dengan semakin mahalnya biaya pendidikan,'' kata dia. Dia mengatakan, persoalan ini sebenarnya tidak hanya terjadi di UNS, tetapi juga di beberapa PTN, seperti UGM, ITB, dan perguruan tinggi yang lain. Beasiswa Pembantu Rektor I UNS, Dr Ravik Karsidi menjelaskan, sebenarnya bagi mahasiswa yang pintar, tetapi tidak mampu, UNS sudah menyediakan sejumlah beasiswa. ''Tahun ini kami mengalokasikan dana Rp 30 juta. Selain itu, masih ada beasiswa-beasiswa lain yang jumlahnya cukup banyak,'' jelas dia. Untuk membantu siswa tak mampu mengikuti ujian SPMB nasional, disediakan beasiswa masuk ujian (BMU). Beasiswa tahun ini diperuntukkan bagi 160 orang. ''Besarnya BMU adalah Rp 50 ribu untuk uang makan, diberikan dua hari ujian, biaya transport untuk calon mahasiswa dalam kota Rp 75 ribu dan luar kota Rp 100 ribu. Selain itu juga biaya pembelian formulir,'' kata Ketua SPMB Surakarta, Drs Soekirno MPd. Mereka yang memperoleh beasiswa akan dilayani mulai 23 Juni mendatang, di ruang sidang IV Rektorat. Pada bagian lain dia juga mengatakan, sampai hari ketiga, formulir yang terjual 9.480 formulir yang terdiri atas 2.855 (IPA), 4.826 (IPS), dan 1.799 (IPC). Antrean pendaftar kemarin tidak terlihat sepanjang hari ketiga. Loket-loket pembayaran dan penukaran formulir relatif sepi dibandingkan dengan tahun lalu.(F11-51i) |