logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 20 Juni 2003 Olahraga  
Line

Jepang dan Prancis Raih Kemenangan

PARIS - Wakil Asia, Jepang dan juara bertahan Prancis mengawali pertandingan Piala Konfederasi 2003 Grup A dengan meraih kemenangan. Jepang memukul Selandia Baru 3-0 di Paris, Kamis dini hari WIB kemarin. Shunsuke Nakamura membidik dua gol pada menit ke-12 dan 75, serta kapten tim Hidetoshi Nakata (65).

Di Lyon, tuan rumah Prancis menang tipis 1-0 atas Kolombia, wakil Amerika Selatan. Thierry Henry mencetak gol tunggal lewat tendangan penalti pada menit ke-39.

Sabtu dini hari WIB nanti, Prancis akan menghadapi Jepang di St Etienne, sedangkan Kolombia jumpa Selandia Baru di Lyon.

Start mulus Jepang disambut gembira pelatih Zico (50). Bekas pemain top Brasil ini memuji penampilan Shunsuke Nakamura dan Hidetoshi Nakata. Sejak menggantikan Philippe Troussier, Zico baru mempersembahkan dua kemenangan dari delapan pertandingan.

"Saya ingin menjadikan Brasil sebagai model bagi Jepang. Brasil memiliki semua yang dapat Anda harapkan untuk sebuah tim sepakbola," kata Zico. "Saya ingin gaya atau permainan kami seperti Brasil. Saya tahu itu baik dan bukan hal buruk untuk dicapai," tambahnya.

Nakamura yang bermain di klub Seri A Liga Italia, Reggina, mencetak pertama lewat tendangan menyudut dari arah kiri gawang yang melewati kiper Mike Utting. Juara Asia ini menggandakan gol melalui upaya tunggal dari Nakata, pemain Parma yang dikaitkan dengan kepindahan ke Chelsea atau AC Milan. Nakamura kemudian menutup pesta gol pada menit ke-75.

Suasana gembira yang dialami Zico sangat berlawanan dari apa yang dirasakan pelatih Selandia Baru Mike Waitt. Eks pemain Notts County itu kecewa terhadap penampilan buruk timnya pada babak pertama.

"Sangat mengecewakan. Tak dapat dipercaya, kami bermain buruk," tegas Waitt.

Waitt akan memperbaiki penampilan timnya untuk pertandingan melawan Kolombia.

Tidak Prima

Pelatih Prancis Jacques Santini mengatakan, kemenangan tipis Marcel Desailly cs atas Kolombia dikarenakan kondisi fisik tim yang tidak prima. Prancis memperoleh penalti yang dituntaskan Henry, menyusul hands ball yang dilakukan Ruben Dario Velasquez di kotak terlarang.

"Kemenangan itu cukup memuaskan, karena tim Kolombia terorganisasi dengan baik dan diperkuat banyak pemain andal," kata Santini.

Pelatih Kolombia Francisco Maturana mengatakan, "Kami sangat puas dengan penampilan tim. Mereka melakukan yang terbaik melawan tim sebagus Prancis yang main di kandang sendiri."

Dia lalu menambahkan, ''Kami baru memulai turnamen. Pemain-pemain kami akan lebih baik dan irama permainan bakal meningkat pada pertandingan berikut." (rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA