logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 20 Juni 2003 Berita Utama  
Line

Disambut Upacara Militer

YOGYAKARTA - Dua prajurit TNI yang gugur dalam kontak senjata dengan anggota kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Sersan Dua (Serda) Budiyanto (31) dan Prajurit Dua (Prada) Suwalno (21), berhak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Selain itu, kedua prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Suhbrasta, Sragen tersebut akan mendapat penghargaan maupun santunan dari negara, Mabes TNI, TNI-AD maupun Korem 074/Warastratama Sragen.

Hal itu dikatakan Wakil Sementara Pangdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Salim Mengga kepada wartawan semalam setelah menyaksikan evakuasi kedua jenazah anggota TNI yang gugur di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ke daerah asal di Bandara Adisucipto, Yogyakarta.

Jika keluarga tidak menghendaki lain, menurut rencana hari ini (20/6/2003) jenazah Serda Budiyanto akan dimakamkan di TMP Blora. Sedangkan jenazah Serda Suwalno di TMP Klaten. Menurut Salim Mengga, sampai semalam belum ada permintaan dari keluarga untuk dimakamkan di pemakaman keluarga.

"Hari ini kita tentu merasa sangat kehilangan rekan seperjuangan dan prajurit terbaik yang mengorbankan jiwa dan raganya kepada bangsa dan negara. Sungguh suatu kehilangan yang tidak ternilai harganya bagi satuan ini, satuan Kodam, TNI secara keseluruhan," ujarnya.

Didampingi sejumlah perwira, antara lain Danrem 074/Warastratama Kol Inf Sarining Utomo, sebagai inspektur upacara, Salim Mengga yang juga Kasdam IV/Diponegoro menyambut langsung kedatangan kedua jenazah di bandara Adisucipto, Yogyakarta. Setelah mendapat penghormatan militer, kedua jenazah yang diangkut dengan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-212 langsung dimasukkan ke dalam dua mobil jenazah milik TNI-AD. Pesawat mendarat pukul 20.20.

Jenazah Serda Budiyanto semalam langsung dibawa ke rumah duka di Blora. Almarhum meninggalkan seorang istri, Siti Nurjanah dan dua anak, yakni Aditya Yusuf Syaifullah (5) dan Fathur Yudha (2).

Dia anak (alm) Darmo Sali dan Suparmi. Sebelum tugas terakhir yang kemudian merenggut nyawanya, Budiyanto pernah bertugas di daerah konflik Timtim dan Ambon.

Sedangkan jenazah Prada Suwalno dibawa ke rumah orangtuanya, di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Anak pasangan Hadi Slamet dan Ny Muji ini baru pertama kali menjalankan tugas tempur.

Di bawah pimpinan Letda Inf Mulyadi, kedua korban yang anggota Kompi Senapan (Kipan) C Yonif 408/Suhbrasta ini gugur dalam kontak senjata dengan anggota GAM.

Atas meninggalnya Budiyanto dan Suwalno, Brigjen TNI Salim Mengga atas nama keluarga besar Kodam IV/Diponegoro, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. "Apa pun yang terjadi, TNI akan terus memberantas gerakan separatis bersenjata di manapun di tanah air. Kalaupun ada yang meninggal dunia, itu risiko dan pengorbanan prajurit," ujarnya sedih.

Kabar kematian kedua prajurit Batalyon 408 itu menjadi perbincangan warga Sragen. Semula jenazah akan disemayamkan di markas Batalton.

"Namun, karena pertimbangan keluarga, akhirnya jenazah langsung dibawa pulang ke daerah asal untuk dimakamkan secara militer," tutur seorang perwira Batalyon. (P58,nin-29)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA