logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 20 Juni 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

13 Tahun Andra Buang Air Besar lewat Saluran Darurat

DERITA Andra Winardi (13) berakhir sudah. Soalnya, sejak lahir dia tidak bisa buang air besar lewat anus. Berarti hampir 13 tahun lamanya dia buang air besar lewat saluran darurat yang dibuat dokter di sekitar perut.

Setelah menjalani operasi yang dibantu Rotary Club of Purwokerto pada 3 Juni 2003 lalu, Andra tidak lagi merasa tersiksa. "Saben dinten kedah sering adus amargi mambet," (Setiap hari harus sering mandi karena berbau) ungkap ayahnya Raswan warga Kelurahan Purwokerto Kulon RT 6 RW I.

Kepada Suara Merdeka Andra mengaku merasa geli sekaligus kaget dan bingung saat buang air besar. Sejak lahir dia belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya buang air besar lewat dubur. Termasuk saat masih belajar di SD Negeri 5 Purwokerto Kulon.

"Saya merasa malu karena sering diejek oleh teman-teman dan mereka selalu menghindar sehingga saya keluar menjelang kenaikan kelas tiga," katanya.

Perut Kembung

Menurut ayahnya, sejak lahir tahun 1990 lalu Andra mengalami gangguan di bagian perutnya. Sepulang dari RSU Margono yang waktu itu masih di Jl Dokter Angka, perutnya kembung lagi. Saat berumur 29 hari, Raswan meminta dr Budi Santosa agar anaknya dioperasi saja. "Sejak itu kalau buang air besar lewat saluran yang dibuat di bagian perut."

Derita Andra pun berlanjut karena ibunya Ny Takim pada bulan September 2000 meninggal dunia dan meninggalkan tiga orang anak. Yaitu, Ardi Winarko, Andra Winardi dan Agi Winarsih.

Meski Andra tidak memiliki anus, dia tetap sekolah dan bermain seperti anak sebayanya. Namun menjelang kenaikan kelas 3, dia tidak mau sekolah lagi karena malu diejek oleh teman-temannya.

Sebenarnya, kata dia, saat masih bayi dia harus dioperasi lagi agar bisa buang air besar lewat anus. Kami tidak mampu sehingga operasi itu terlambat dan saya mencoba meminta bantuan ke Rotary Purwokerto. Alhamdulilah keinginan kami dikabulkan sehingga kini Andra bisa buang air besar seperti anak-anak yang lain. "Saya ingin agar dia sekolah lagi karena dia juga mau."

President RC Purwokerto Agus Hardyanto menjelaskan, keluarga Raswan meminta bantuan biaya operasi bagi anaknya Andra Winardi. Selanjutnya, operasi dilakukan dr H Ibnu Ibrahim Djojosoebroto yang spesialis bedah sekaligus Direktur RS Islam Purwokerto. (Anton Soeparno-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA