
| Jumat, 20 Juni 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Minta Klarifikasi, 17 Anggota Dewan Walk Out
BREBES - Hubungan antaranggota Dewan dengan pimpinan Dewan, kini makin tak serasi. Puncaknya muncul kemarin (19/6) pada rapat pleno mendengarkan jawaban bupati atas tiga rancangan peraturan daerah. Rapat itu hanya dihadiri 20 anggota dari 45 anggota yang ada. Ke mana yang lain? Tujuh belas anggota memang datang dan mengisi buku daftar hadir, tapi kemudian satu per satu keluar meninggalkan ruang sidang paripurna. Mereka meninggalkan ruang rapat sebagai bentuk protes terhadap pimpinan Dewan yang dianggap tidak transparan, khususnya dalam pemberian persetujuan pimpinan Dewan atas jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Bambang Muryantono. ''Saya dan teman-teman anggota lain hanya ingin minta klarifikasi menyangkut berbagai hal berkaitan dengan persetujuan yang diberikan unsur pimpinan Dewan,'' kata Witno, anggota FPDI-P, kemarin. Kendati Witno tak mau menyebutkan perihal persetujuan apa yang dianggap kurang transparan itu, beberapa anggota Dewan lain yang keberatan disebutkan jati dirinya mengatakan, aksi walk out sebagai bentuk ketidakpuasan anggota atas sikap pimpinan. Antara lain menyangkut persetujuan pembelian tanah untuk pedagang kaki lima di dua tempat, pengangkatan Sekda, dan pembelian mobil Camry untuk bupati. Tak Melibatkan Anggota Menurut mereka, dalam pemberian persetujuan terhadap tiga persoalan itu, sama sekali tidak melibatkan anggota. Padahal isu di luar, persetujuan tersebut kental politik uang. Meski rapat hanya diikuti 20 anggota, Ketua Dewan Sarei Abdul Rosyid SIP tetap melanjutkan peripurna sampai selesai. Sarei berpedoman pada tata tertib persidangan, apabila anggota yang hadir membubuhkan tanda tangan, meski berada di luar ruangan, rapat dianggap memenuhi kuorum. ''Rapat ini memenuhi kuorum karena dihadiri lebih dari dua per tiga anggota,'' tukasnya. Ketua Fraksi Amanat Persatuan Umat (FAPU) H Muhajir M Ardian sebelumnya menyampaikan interupsi berkaitan dengan walk out 17 anggota Dewan. Mereka yang walk out, 13 anggota FPDI-P termasuk ketua dan sekretaris, empat dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), dan satu dari Fraksi Karya Massa (FKM). Jasrodi, anggota FPDI-P mengatakan, sebagian teman yang keluar ruangan dianggap sedang berada di kamar kecil. Jasrodi, termasuk anggota fraksi terbesar yang tak keluar bersama Riyanto dan Daryono. Ketua Dewan Sarei Abdul Rosyid SIP usai rapat kepada wartawan menyayangkan sikap anggota yang walk out. Tindakan tersebut seperti anak kecil. Dia akan mengambil sanksi sesuai tata tertib kepada anggota yang datang tapi tidak ikut rapat. (wh-74) |