logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 Juni 2003 Berita Utama  
Line

Amirul Isnaeni Meninggal Dunia

  • Dirawat di RS Singapura Tiga Bulan
DISEMAYAMKAN: Jenazah Pangdam IV/Dipenegoro Mayjen TNI Amirul Isnaeni yang meninggal dunia di Singapura, semalam disemayamkan di Mabes TNI-AD, Jakarta. (Foto:Suara Merdeka/md-55t)

SEMARANG- Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Amirul Isnaeni (51), Minggu (8/6) sekitar pukul 09.30, meninggal dunia di RS Singapura. Almarhum meninggalkan seorang istri, Dra Hari Puji Lestari, dan dua anak, Amir Hariwibawa (22) dan Amalia Isnaeni (21). Almarhum meninggal karena sakit komplikasi lever dengan paru, dan pada dua bulan lalu sempat menjalani operasi transplantasi hati di RS Singapura.

Jenazah Mayjen TNI Amirul Isnaeni tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Minggu petang, dan langsung dijemput oleh Ksad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Pesawat carteran Transwisata yang membawa jenazah mantan Danjen Kopassus tersebut mendarat pukul 17.30 WIB, dan Jenderal Ryamizard langsung menerima jenazah yang diusung dalam peti berselimut bendera Merah Putih itu.

Suasana haru terlihat saat kedatangan jenazah Amirul. Para kerabat dan orang-orang dekat almarhum tampak menangis dan saling berpelukan.

Upacara serah terima jenazah dipimpin oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Joko Santoso.

Hadir dalam upacara tersebut antara lain Pangkostrad Letjen TNI Bibit Waluyo, Danjen Kopassus Mayjen Sriyanto, dan Wakapuspen Brigjen Tono Suratman.

Dari Bandara Halim Perdanakusuma jenazah disemayamkan di Mabesad Jl Veteran Jakarta, untuk selanjutnya dibawa ke rumah kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur. Mantan Pangdam Wirabuana itu akan dimakamkan Senin pagi ini pukul 8.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Tahlil

Sesampainya di Mabes AD, dengan upacara militer jenazah dibawa ke Masjid At Taqwa Kompleks Mabes AD untuk dishalatkan. Seusai dishalatkan, jenazah disemayamkan di Aula Abdul Haris Nasution.

Di tempat ini pula diadakan tahlil untuk almarhum. Tampak hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, Gubernur Jateng H Mardiyanto, Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Didi Widayadi, Pangkostrad Letjen Bibit Waluyo, Danjen Kopasus Mayjen Sriyanto Muntrasam, dan pejabat teras AD lainnya.

Sementara itu, dari kalangan purnawirawan tampak hadir mantan KSAD Jenderal (Purn) Soebagyo HS, Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar, mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto, mantan Gubernur DKI Letjen (Purn) R Soeprapto, mantan Gubernur Timtim Abilio Soares. Juga tampak pengusaha Ricardo Gelael.

Sementara itu, tampak karangan bunga dari tokoh-tokoh nasional. Seperti Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas dan keluarga, Ketua DPR RI Akbar Tandjung, Menhub Agum Gumelar, Kepala BIN AM Hendropriyono, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Seusai shalat jenazah di Masjid At Taqwa, KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengatakan hal-hal yang berkesan dari almarhum Amirul Isnaeni.

''Almarhum tipe pekerja keras, pendiam, tak banyak bicara, tetapi selalu berusaha menunjukkan hasil yang terbaik. Saya suka sikap almarhum,'' kata Ryamizard.

Lebih lanjut KSAD mengatakan, almarhum Amirul Isnaeni ternyata sudah sakit ketika masih berpangkat mayor. Namun karena ingin melaksanakan tugas dengan baik, Amirul sering 'melupakan' sakit yang dideritanya. Sayangnya KSAD tidak menerangkan sakit apa yang diderita Amirul sejak berpangkat mayor.

''Saya sebenarnya ada rencana ke Aceh. Pukul 09.00 WIB saya saat di Medan dengar beliau meninggal dunia. Lalu saya terbang ke Jakarta,'' kata pria asal Palembang tersebut.

Setelah acara tahlil usai, para tamu bergantian mengucapkan turut berduka cita kepada istri dan anak almarhum. Selanjutnya dengan dibimbing kerabatnya, istri dan anak almarhum membelai peti dan foto jenazah. Saat itulah istri almarhum tidak kuasa menahan kesedihannya. Para wartawan yang semula hendak mewawancarainya akhirnya membatalkan diri.

Cemerlang

Selama berkiprah di TNI, karier lelaki kelahiran Madura Jawa Timur 51 tahun silam ini terbilang cemerlang. Selain menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro, almarhum juga pernah menjadi Pangdam VII Wirabuana Makassar. Dia pun pernah menjabat Wakil Asisten Pengamanan KSAD dan Asisten Intel Danjen Kopassus. Sebelumnya, lelaki berperawakan tegap yang besar di jajaran Kopassus tersebut pernah menjadi Komandan Resimen Purwokerto.

Almarhum yang dilantik menjadi Pangdam pada 13 Maret lalu itu, dirawat di RS Singapura sejak tiga bulan lalu karena sakit batu empedu. ''Tetapi rupanya Tuhan berkendak lain, Minggu (8/6) pukul 09.30 beliau diambil Yang Kuasa,'' katanya.

Asintel Kodam IV/Diponegoro Kol Inf Ero Kusnara mengaku sangat kehilangan. Sebab, selama memimpin, almarhum memiliki jiwa loyalitas yang tinggi terhadap bangsa dan negara.

''Satu minggu setelah dilantik menjadi Pangdam, almarhum sakit, terus berobat di Singapura. Meski baru satu minggu bergaul, saya menilai dia sosok yang pas untuk memimpin Kodam IV,'' katanya.

Suasana di rumah dinas Pangdam di Jl Diponegoro Semarang kemarin tidak menampakkan kesibukan berarti. Di halaman dan pintu masuk rumah itu tidak tampak satu pun karangan bunga. Kesibukan oleh beberapa anggota TNI yang bertugas di tempat itu terlihat di aula. Tempat itu tadi malam digunakan untuk tahlilan, dengan mengundang warga sekitarnya. ''Kasdam memerintahkan kami untuk mengadakan tahlilan,'' kata Kepala Bagian Rumah Tangga Serma Triyanto.

Riwayat Hidup

Mayjen TNI Amirul Isnaeni dilahirkan di Malang, 24 Maret 1952. Menyelesaikan pendidikan SD tahun 1965, SMP lulus tahun 1968. Selepas tamat SLTA tahun 1971 dia masuk Akmil. Lulus Akmil Magelang tahun 1975 dengan pangkat letda.

Berbagai kursus dan pendidikan tingkat perwira telah diselesaikannya, antara lain Sussarcab If (1975), Sus Para Komando (1976), Susjur Staf Pa Intel (1980), Sus Staf Pur (1986), Sus Intel Strat (1986), Sus Bahasa Inggris (1987), Seskoad (1987), Susfung Intel (1991), dan Lemhanas (2001).

Pengalaman penugasan lapangan antara lain ikut Operasi Nanggala 19 (1977), Operasi Nanggala 53 (1982), Operasi Satgas 86 (1986), Katim Analis (1989), dan Satgas Cendrawasih (1996). Pengalaman penugasan ke luar negeri ke Hawai (1980), Singapura (1990), Hawai (1993), Filipina (2001), dan Singapura (2002).

Jabatan yang pernah diemban, Pama Kopasandha TMT 1976, Danton/3/KI-123 1977, ADC Kabakin Kopkamtib 1979, Danton I/KI-122 TMT 1980, Danki 123 TMT 1982, Pa Kasi-1 Grup 1 Kopassus 1983, Kasi 1 Grup 1 Kopassus 1986, Wadan Denma Kopassus 1986, Ps Pabandya Lid Sintel Kopassus 1988, Papandya Lis Sintel Kopassus 1989, Ps Pabandya Lidgal Sintel Kopassus 1990, Papadya Lignal Sintel Kopassus 1990.

Tahun 1993 dilantik menjadi Waas Intel Dan Kopassus, lalu menjadi Asistel Dan Kopassus (1995), Danrem 071/WK Dam IV/Dip (1996), Wadan Paspampres (1998), Dan Pusintelad (1998), Waaspam Kasad (1999), Danjen Kopassus (2000), Pangdam VII/Wirabuana (2002) dan Pangdam IV/Diponegoro (2003).

Penghargaan yang diperoleh antara lain Bintang Yuda Dharma Pratama, Bintang KEP Pratama, Bintang Yuda Dharma Nararia, Bintang KEP Nararya (Reguler), Bintang KEP Nararya Prestasi I Ulangan 1, Bintang KEP Nararya (Reguler), Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun, Satya Lencana Dwidya Sistha, GOM VIII/Darma Bakti, GOM IX/Raksaka dan Satya Lencana Seroja (ulangan II). (D14,G6,F4-16t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA