logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 23 Mei 2003 Surat Pembaca  
Line

Timun Obat Exim

Ibu saya menderita penyakit eksim selama 50 tahun. Seorang tetangga menganjurkan agar bagian yang sakit diberi parutan timun pada pagi dan sore. Biarkan parutan timun mengelupas sendiri sesudah kering. Dua minggu kemudian penyakit eksim ibu saya sembuh.

Slamet Suroyudo
Jl Dr Wahidin 115 Semarang

***

Kasihan Deh ... Lu

Lepas dari pro dan kontra goyangan ngebor, beberapa waktu lalu, Nurul Arifin pernah berkata dalam penjelasan mengenai AIDS, bahwa kaum pria harus dikasihani karena begitu melihat hal-hal yang erotis, secara normal mereka akan merespon (burungnya akan berkicau).

Hampir dalam 24 jam sehari, seluruh siaran TV menyuguhkan tayangan yang erotis dari setiap iklan, lagu-lagu maupun film. Maka yang dikatakan Nurul Arifin benar, kasihan deh lu. Pada pers, secara nurani merekalah yang sebetulnya merusak moral bangsa. Para pemuka agama apa gunanya hanya berpolemik, tindakan nyatalah yang penting.

Saya sebagai dokter merasa sedih, suatu hari seorang bapak mengonsultasikan putranya yang berusia 4 tahun. Katanya anak itu begitu tertarik pada ngebornya Inul sambil memegang burungnya. Inul masihkah merasa diri benar, bagaimana bila hal sama terjadi pada putra Anda yang berusia 4 tahun.

dr E Rita Herawati
Poliklinik Gama III Semarang

***

Pasangan Penipu

Saya mengingatkan kepada masyarakat agar waspada bila berkenalan dengan sepasang suami isteri bernama AS Bowo (40) dan Ratnasari Wulan (58). Pasangan ini sekarang berstatus DPO (daftar pencarian orang) oleh polisi, karena beberapa kasus penipuan yang mereka lakukan di Banyumas. Mungkin sekarang mereka menjadi tetangga Anda, karena telah melarikan diri dari daerah asalnya Purwokerto.

Darto Priono
Cendana Rt 16/Rw 7 Purbalingga

***

Listrik di Genuk - Widuri Terlalu Sering Padam

Listrik di Perumahan Genuk Indah, yakni di sebagian Jl Kapas VI, Blok A yang masuk jalur kabel Jl Widuri Krajan, terlalu sering mati. Hampir setiap hari. Sejak seminggu terakhir ini, baik pagi, siang, sore, maupun malam, kami merasa sangat terganggu. Tercatat pada hari Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu listrik terus-menerus mati dalam waktu yang berbeda-beda.

Kami mengharapkan manajemen PLN Semarang untuk memperhatikan hal ini. Tolonglah direnungkan, banyak anak yang sedang mempersiapkan ujian akhir sekolah, mengerjakan PR, mengaji, dan kegiatan lain yang bergantung listrik. Kalau listrik terus-menerus terganggu, harus bagaimana?

Kalau konsumen terlambat membayar kena denda, lalu bagaimana tanggung jawab PLN kalau pelayanannya jelek? Saya menulis Surat Pembaca ini karena merasa judheg pengaduan lewat telepon jarang mendapat tanggapan dengan tindakan cepat dan jawaban yang simpatik.

Moch Basri
Jl Widuri Krajan 3/5 Bangetayu Kulon,
Genuk, Semarang

***

Bupati Demak , Penerus RA Kartini

Bupati Demak Hj Dra Endang Setyaningdyah, Presiden Megawati bersama 21 wanita lainnya menerima "Anugrah Citra Kartini Indonesia 2003" dari Yayasan Citra Prestasi Indonesia di Hotel Hilton, Jakarta. Penghargaan disampaikan Ny Tutut Try Sutrisno.

Yayasan menganggap mereka patut mendapat penghormatan dan menjadi panutan bagi generasi penerus cita-cita RA Kartini, sebagai tokoh sentral yang mengawali kebangkitan kesadaran perempuan dalam emansipasi.

Penghargaan ini tentunya tidak begitu saja turun dari langit, beliau harus bekerja ekstra keras untuk peningkatan kesejahteraan warga Demak. Entah sudah berapa kali Bupati Demak harus pontang-panting ke Jakarta, agar DAU bisa meningkat, guna kesejahteraan warga. Selama kepemimpinannya, DAU Demak meningkat tajam.

Berbagai gebrakan telah terealisasi, bukan lagi sebatas teori di visi dan misi. Telah berdiri dan beroperasi Unisfat (Universitas Sultan Fatah), pabrik es untuk para nelayan, pusat pendaratan ikan. Juga SBPU untuk nelayan, unit peternakan sapi, penataan masjid Demak, tamanisasi di bantaran Kali Tuntang, kewirausahaan birokrat dan masyarakat serta lumbung padi modern.

Termasuk tugu batas, jalan lingkar, betonisasi jalan-jalan desa dan lainnya. Hasil pembangunan ini merupakan kado cantik bagi warga yang kotanya telah berusia 500 tahun. Memang masih banyak yang harus dilakukan untuk memacu Demak agar setara dengan tetangganya (Semarang, Kudus, Kendal).

Dengan keteladanan beliau, semoga dapat memecut penduduk dan mereka yang mendapatkan penghasilan di Demak untuk berpikir, bertindak dan menanyakan pada dirinya: "Apa yang sudah, ingin dan aku lakukan untuk Demak?".

Kalau mereka bertindak dan bersikap seperti Ibu Endang, saya yakin Demak akan segera mendapatkan kemajuan yang signifikan. Dan orang yang lewat Demak tidak lagi nyeletuk habis terang terbitlah gelap.

Bektu Utomo SH
Jl Gaharu Timur Dlm VII/234
Banyumanik Semarang

***

Pipa Tertindih Kayu di Atmodirono

Akibat masih sering hujan akhir-akhir ini, saluran yang mengapit Jl Erlangga Timur Semarang, di samping jembatan Atmodirono terdapat batang kayu sepanjang 4 meter dan tebal 20 cm hanyut dan menindih pipa besi menuju pemukiman Atmodirono.

Pipa melengkung dan sewaktu-waktu bisa putus yang akan mengakibatkan kerugian bagi konsumen PAM. Juga bagi PAM, karena harus mengganti pipa dan pemasukan uang yang kurang dari konsumen akibat air tak mengalir. Diharapkan manajemen PAM tanggap dan segera cancut tali wanda memindahkan kayu dan memperbaiki pipa jika rusak.

B Irawan
Jl Atmodirono II/17 Semarang

***

Penilapan Setoran Angsuran PT Adira Tegal

Saya ingatkan kepada masyarakat kalau membayar angsuran kredit kendaraan lewat kolektor di Bumiayu lebih berhati-hati dan harus segera cek ke PT Adira secepatnya. Sebab sering uang yang diterima kolektor tidak langsung ditransfer ke kantor pusat melainkan dipakai dulu dan akhirnya ditilap.

Contoh penarikan motor G-4310-R yang dilakukan petugas tidak prosedural karena angsuran Rp 145.100 belum disetor kolektor Sdr Abdul Manan Latief. Akibatnya kendaraan ditarik. Lebih ironis lagi petugas yang bersangkutan tidak melakukan penagihan dan tidak ada surat peringatan. Kasus ini baru ditangani Polres.

Belum selesai kasus ini dituntaskan, kolektor PT Adira di Bumiayu melakukan penilapan lagi atas setoran kendaraan G-4610-R dan semua ini menjadi tanggung jawab Sdr Rus Hermawan SE selaku pimpinan. Setoran yang ditilap di Bumiayu sebesar Rp 981.600.

Kepada direksi agar lebih berhati-hati pengawasan keuangannya. Kepada pimpinan PT Adira Tegal, mohon kasus ini secepatnya diselesaikan karena merupakan tindak pidana murni (perampasan motor dan penggelapan setoran).

R Wisnu Utama
Jl Lapangan Pendawa 10 Brebes


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA