logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 23 Mei 2003 Olahraga  
Line

Geliat Panser Biru

Suporter Maklumi Kekalahan

SEMARANG- Puluhan anggota Panser Biru, kemarin menghadiri acara "Dengar Bareng Pandangan Mata Pertandingan PSIS melawan Persik" di halaman Stasiun RRI Semarang. Mereka memaklumi kekalahan PSIS 0-2 dengan tetap bergembira.

Para suporter mendengarkan siaran radio dengan seksama. Tabuhan bertalu-talu sepanjang jalannya pertandingan yang disiarkan reporter Syaiful Anwar dari Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Sejumlah spanduk besar yang tertempel di beberapa tempat menambah kemeriahan acara yang digelar Panser Biru dengan RRI Semarang itu. Tukar-menukar kenang-kenangan dilakukan oleh Ketua Umum Andi Putra Alam dengan Kepala Cabang RRI Semarang Sazli Rais menjelang pertandingan mulai.

Hadirin juga dihibur solo organ lagu-lagu dangdut dengan penyanyi dari Panser Girl. Fun game yang digelar sebelum pertandingan dan saat jeda menambah keakraban suasana. Tidak hanya anggota Panser Biru, tapi juga para pengguna Jalan Ahmad Yani tertarik mengikuti acara tersebut.

Sejumlah T-shirt dan cenderamata lain dibagi-bagikan sebagai hadiah kepada pendengar di halaman RRI dan pendengar di rumah yang memenangi kuis.

Radio Kecil

Dirigen Kirun juga berada di tengah-tengah hadirin. Saat turun minum, sejumlah suporter menggelar atraksi menaiki motor bareng berputar-putar di halaman RRI.

Meskipun laporan pandangan mata disiarkan keras-keras dengan memasang pengeras suara, ternyata ada hadirin yang kurang puas. Seorang suporter sengaja membawa radio kecil untuk ditempelkan di telinga. Beberapa suporter lain ikut mendekat dan ingin mendengarkan lebih jelas.

Sayang, saat gol babak kedua, siaran pandangan mata agak teganggu. Selama beberapa menit, pendengar tidak bisa menikmati suara Syaiful Anwar. Begitu siaran kembali tersambung, kedudukan sudah 2-0 untuk Persiki. Dua menit sebelum pertandingan usai, sebagian besar anggota Panser Biru membubarkan diri.

Walau begitu, mereka tampak bisa memaklumi, lantaran dua gol tersebut hasil tendangan penalti. "Tidak masalah, kemenangan itu hadiah dari wasit," tutur salah seorang pendengar sambil mengeloyor pergi.

Wakil Ketua Panser Biru Edy Murwanto juga memaklumi kekalahan Eko Purjianto dkk. Dia menilai, kekalahan itu lebih karena soal nonteknis. "Daniel Roekito kan sudah ngomong begitu," tegasnya.

Koordinator acara, Sigit Pramono, menjanjikan kegiatan serupa akan digelar setiap Tim PSIS bertanding tandang. Itu disebutnya sebagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan warga kota Semarang dan sekitar. Pihaknya akan terus mengevaluasi dan memperbaiki.(G5-22j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA