logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 23 Mei 2003 Olahraga  
Line

Porto Juara lewat Silver Goal

SEVILLE - FC Porto (Portugal) merebut Piala UEFA, trofi antarklub Eropa kelas dua, setelah menang 3-2 lewat silver goal di Estadio Olimpico Seville, Spanyol, Kamis dini hari WIB kemarin. Gol perak Derlei Silva pada menit ke-115 mengakhiri perlawanan gagah berani klub Skotlandia, Glasgow Celtic.

Bagi Porto, ini merupakan gelar tambahan di Eropa selepas sukses merebut Liga Champions pada 1987. Mereka juga menjadi klub pertama Portugal yang menggondol Piala UEFA. Musim ini anak-anak asuhan Jose Mourinho telah meraih dua gelar, setelah memenangi juara Divisi I Liga Portugal. Pasukan Mourinho berpeluang merebut treble winners, karena bulan depan mereka tampil di final Piala Portugal.

Derlei Silva membuka gol Porto pada menit ke-45 yang kemudian disamakan Henrik Larsson di menit ke-47. Dmitri Alenitchev membuat Porto unggul 2-1 pada menit ke-54, tetapi kembali disamakan Larsson tiga menit kemudian.

Skor imbang 2-2 sampai waktu normal 90 menit habis. Dalam perpanjangan 15 menit pertama tak ada gol. Derlei Silva akhirnya mencetak silver goal pada menit ke-115 yang berhasil dipertahankan hingga extra time selesai.

Wasit Lubos Michel (Slovakia) mencabut dua kartu merah untuk Bobo Balde dari Celtic pada menit ke-95 dan Nuno Valente (Porto) di menit ke-122. Sebelum diusir keluar lapangan, keduanya lebih dahulu mengantongi kartu kuning.

Sukses ini langsung disambut meriah fans Porto. Suporter salah satu klub top Portugal ini tumpah ruah di Kota Oporto.

Kecam Wasit

Manajer Celtic Martin O'Neill mengklaim perwasitan yang buruk telah menghilangkan peluang mereka merebut Piala UEFA. Dia menyaksikan dengan cemas ketika timnya yang turun dengan 10 pemain kehilangan peluang mencetak kemenangan.

O'Neill mengakui wasit Lubos Michel tak punya pilihan lain kecuali mengeluarkan pemain belakang Bobo Balde. "Saya pikir dikeluarkannya pemain itu amat besar pengaruhnya terhadap hasil pertandingan. Itu sangat mengecewakan. Kalau kami tak kehilangan Bobo, situasinya bisa lain,'' tegasnya.

Pelatih Porto Jose Mourinho menangkis tuduhan O'Neill dengan mengatakan, Balde masih beruntung bisa main hingga babak kedua setelah mengganjal keras playmaker Deco yang menyebabkan dirinya mendapat kartu kuning.

"Saya ingin bertanya apakah tindakan pemain itu di negara Anda dianggap normal. Padahal, apa yang dilakukan Balde terhadap Deco bisa mengakhiri karier bermainnya,'' tutur Mourinho.

Dia menambahkan, timnya pantas meraih kemenangan. "Saya pikir tim terbaiklah yang menang, yang berusaha menampilkan permainan sepakbola berkualitas. Tiap tim harus menampilkan kekuatannya dan Celtic tahu secara teknis tingkat kami berbeda."

Kendati terdapat kekisruhan soal perwasitan, Mourinho tak menyembunyikan keinginan untuk melatih salah satu klub terkemuka Eropa. Dia juga menghargai perjuangan para pemain Cetltic. "Tiap kali kami unggul, Celtic memberikan reaksi fantastis. Itulah gaya mereka. Mereka kalah, tetapi secara kesatria.'' (rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA