
| Jumat, 23 Mei 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Atasi Kemacetan Aparat Diminta TegasUNGARAN- Polisi dan Dinas Perhubungan di Kabupaten Semarang diminta lebih bersikap tegas dalam mengatasai kemacetan di sejumlah tempat. Tanpa ketegasan aparat, masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun itu tidak akan pernah terselesaikan. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Semarang A Drajat Adianto menyatakan prihatin dengan kemacetan di depan sejumlah pasar. ''Kondisi tersebut bukan hanya merugikan para pengguna jalan, tetapi juga membuat jalan cepat rusak,'' katanya. Menurutnya, sikap kurang tegas itu terlihat dengan tidak bisa teraturnya lalu lintas di depan beberapa pasar, seperti di Pasar Bandarjo dan Projo. Lalu lintas di tempat tersebut selalu semrawut. Padahal, menurut dia, pada saat ada pejabat yang lewat, jalur tersebut bisa lancar. "Biar lancar, apa setiap hari harus ada pejabat yang lewat?" tanya dia. Menurutnya, penyebab terjadinya kemacetan di Pasar Bandarjo bukan hanya karena banyak penyebarang, tetapi juga angkutan umum yang ngetem dan memutar seenaknya. Pada saat ada angkutan memutar, setidaknya dibutuhkan waktu setengah menit. Kalau hanya satu, mungkin hal itu tidak akan terlalu menimbulkan masalah. Namun kalau berkali-kali, waktu yang dibutuhkan lebih banyak. Hal itu sebenarnya bisa diatasi, jika Pemkab memasang media jalan statis, sehingga tidak mudah dipindah-pindah. Karena itu, dia menyatakan tidak setuju dengan pemasangan media jalan portable. Pemasangan median jalan itu perlu mengakomodasi kepentingan awak angkutan umum, yaitu dengan memberi tempat agar kendaraan bisa berbelok. Namun demikian, lokasi belokan itu harus dikaji secara matang, agar tidak menjadi penyebab kemacetan. Aparat juga harus tegas dalam mengatur angkutan umum yang menyeberang dan ngetem seenaknya. Berkaitan dengan perlunya jalan alternatif, maupun jalan tol, dia mengemukakan hal itu sudah berkali-kali disampaikan kepada eksekutif. Namun hal itu belum pernah terealisasi.(G6-71) |