
| Jumat, 23 Mei 2003 | Internasional |
Amerika Berusaha Mencegah Masuknya BSE dari KanadaWASHINGTON - Pemerintah AS kemarin meningkatkan pengawasan terhadap lahan peternakan dan tempat pemotongan hewan, untuk mencegah segala kemungkinan penyakit sapi gila memasuki negara itu dari Kanada. Departemen Pertanian AS (USDA) berusaha meyakinkan konsumen bahwa risiko penyakit itu masuk dari Kanada (negara tetangga di utara) masih sangat kecil. Ditegaskan, pihaknya tidak ragu untuk melakukan tindakan ekstra hati-hati apabila diperlukan. USDA akan mengawasi prosedur tahap demi tahap mata rantai produksi daging, mulai dari lapangan rumput di peternakan, rumah pemotongan hewan, sampai pasar tempat konsumen membeli daging. "Kami saat ini melakukan pengamatan secara sangat cermat dan hati-hati, untuk menghindari segala kemungkinan dan risiko, serta akan segera membuat keputusan selanjutnya bilamana diperlukan," kata Julie Quick, juru bicara USDA. Amerika hingga semalam WIB belum pernah mengalami kasus penyakit sapi gila atau bovine spongiform encephalopathy (BSE), yang dapat merusak jaringan saraf dan otak. Kanada sedang menghadapi kemungkinan kemunduran di sektor ekonomi, akibat munculnya kasus sapi gila pertama dalam 10 tahun terakhir. Negara itu tampaknya harus mengarantina dua peternakan lagi. Departemen Pertanian Kanada mencoba menelusuri asal usul seekor sapi berusia delapan tahun di sebuah peternakan di Provinsi Alberta. Sapi itu dinyatakan terkena BSE, suatu penyakit yang juga membahayakan jiwa manusia. Aman Dikonsumsi Selasa lalu, Pemerintah AS melarang untuk sementara impor hewan ternak memamah biak seperti sapi, domba, dan kambing, termasuk aneka produk daging olah, dari Kanada. USDA juga menyelidiki adanya kemungkinan hewan yang terkena penyakit berbahaya itu pernah memasuki wilayah Amerika. Menteri Pertanian AS Ann Veneman telah meyakinkan masyarakat, produksi daging Amerika aman untuk dikonsumsi. (ant-30) |