logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 23 Mei 2003 Internasional  
Line

Cara Baru Deteksi Demam

SINGAPURA - Sebuah perusahaan Singapura, kemarin, memperkenalkan aksesori terbarunya bagi pelanggan yang paham SARS yaitu sebuah termometer sebesar kartu kredit yang memperlihatkan suhu badan dalam layar LCD kecil.

Jika ditekankan ke dahi selama lima sampai 10 detik, suhu badan orang itu diperlihatkan atau cahaya yang berkedip-kedip memperingatkan orang tersebut mengalami demam, bergantung pada model dan susunannya.

Peralatan terbaru era-SARS itu diproduksi oleh ST Electronics Ltd, satu unit konglomerat pertahanan dukungan pemerintah, ST Engineering Ltd, yang juga membuat scanner yang menggambarkan suhu yang kini digunakan untuk memeriksa suhu badan para pengunjung bandara.

Pada konferensi pers kemarin, direktur ST Electronics, Seah Moon Ming, mengatakan produk-produk yang berkaitan dengan SARS diperkirakan bisa mencapai penjualan 10 juta dolar Singapura (sekitar Rp 52 miliar) sampai 20 juta dolar Singapura tahun ini, atau sekitar lima persen dari penghasilan kelompok itu pada tahun ini. Hasil penjualan tahun lalu sekitar 600 juta dolar Singapura.

Singapura termasuk paling parah terjangkiti wabah Sindrom Pernapasan Sangat Parah (SARS), yang menewaskan 29 orang dari 206 kasus yang terjadi di negara itu. Singapura merupakan negara terparah keempat di dunia yang terjangkiti wabah mematikan tersebut.

Dibeli Singapura

Di seluruh dunia, lebih dari 670 orang tewas akibat SARS sejak virus tersebut pertama muncul di Cina, November lalu.

Salah satu pelanggan besar Seah adalah bandara internasional utama Singapura, Changi, yang menyebar 23 scanner inframerah yang bisa menggambarkan suhu badan seseorang untuk memeriksa para penumpang yang datang dan meninggalkan bandara itu guna mengetahui tanda-tanda demam, salah satu gejala SARS.

Seah mengatakan sebanyak 138 scanner telah terjual. Harganya turun menjadi sekitar 90.000 dolar Singapura dari 150.000 dolar Singapura per unitnya pada akhir April lalu, ketika krisis kesehatan mencapai puncaknya di Singapura.

Sekitar 70 persen alat tersebut dibeli Singapura dan sisanya dimanfaatkan negara-negara lain di Asia termasuk Hong Kong dan Cina.

Seah memperkirakan para sopir taksi Singapura, yang banyak di antaranya suhu badannya diukur setiap hari dan memakai stiker yang menyatakan bebas demam, termasuk di antara pembeli top termometer gaya kartu kredit baru itu, yang diberi nama "kartu cahaya".

Mulai Juni nanti, ST akan memproduksi 20.000 unit termometer baru itu, yang menggunakan chip elektronik untuk mendeteksi demam.

Setiap unit diperkirakan akan dijual seharga lima sampai tujuh dolar Singapura (sekitar Rp 76.500 sampai Rp 107.000) - separo harga termometer digital, tambah Seah.

Dari Beijing, Cina melaporkan empat kematian lagi akibat SARS dan 26 lainnya tertular dalam 24 jam sampai pukul 10 waktu setempat (09.00 WIB) kemarin.

Kementerian Kesehatan menyatakan dua kematian terjadi di Beijing bersama 15 kasus baru. Cina kini menderita 300 kematian akibat virus seperti flu dan 5.271 kasus.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA