
| Jumat, 23 Mei 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Beberapa Dokter RSU Kardinah Undurkan Diri
TEGAL - Beberapa dokter spesialis di RSU Kardinah Kota Tegal hampir secara bersamaan mengajukan surat permohonan pengunduran diri. Belum jelas penyebabnya, namun mereka berkilah langkah itu sesuai dengan hak yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil. Tak pelak lagi, pengunduran diri yang berkesan ''ramai-ramai'' itu mengundang berbagai pertanyaan. Menurut keterangan, kemarin, dokter yang mengundurkan diri itu di antaranya dr Cholid SP OG (dokter spesialis kandungan/kebidanan), dr Nuryanto (spesialis penyakit mata), dan dr FX Sugiharto (dokter spesialis kulit/kelamin). Mereka mengundurkan diri, karena sudah bermasa kerja hampir 25 tahun, sehingga ingin beristirahat. Diperoleh keterangan pula, beberapa dokter senior yang mendekati pensiun juga akan mengajukan permohonan pengunduran diri. Misalnya, dr Sutoro (ahli penyakit dalam). Sutoro ketika ditanya juga membenarkan hal itu. Menurut dia, permohanan akan disampaikan, karena sesuai dengan ketentuan, sebelum pensiun yang ditentukan berumur 60 tahun, PNS diharuskan mengajukan surat permohonan pengunduran diri. Namun demikian, yang mengejutkan, ada rumor beredar, beberapa dokter RSU yng tergolong masih memiliki masa kerja lama pun akan mengikuti jejak seniornya. Alasan pengunduran diri, karena berbagai sebab. Di antaranya, mereka tak mau bekerja setengah-setengah. Sebab, mereka nyambi bekerja di rumah sakit swasta atau membuka praktik dengan mendirikan poliklinik. Namun ada pula isu, mereka mundur karena akan mendirikan rumah sakit. Karena kerja rangkap ini bisa mengganggu kinerja RSU, mereka memilih lebih baik pensiun dini. Telah Disetujui Direktur RSU Kardinah dr H Makmur Santosa MARS kemarin membenarkan, tiga dokter spesialis telah mengajukan pengunduran diri. Pengunduran diri mereka pun telah disetujuinya. Dia tak bisa memastikan penyebabnya. Namun yang jelas, mereka pensiun dini sesuai dengan haknya sebagai PNS. Dia juga belum bisa memastikan, apakah dokter lain akan menyusul mengikuti jejak mereka. Makmur juga menyatakan tak tahu persis, apakah pengunduran mereka terkait dengan rencana didirikannya sebuah rumah sakit di Kota Tegal. ''Yang jelas saya menghormati hak mereka. Sebab, dalam surat permohonan pengunduran diri, alasan pengunduran diri karena hak sebagai PNS,'' ungkapnya. Makmur menandaskan, meski beberapa dokter mengundurkan diri, kelancaran pelayanan terhadap pasien tak terganggu. Sebab, pengganti mereka juga sudah ada. Hingga kini jumlah dokter spesialis di RSU 23 orang dan dokter umum 10 orang. Yang jelas, tandasnya, mereka mundur mungkin karena merasa lebih enak tak merangkap bekerja di RSU. Salah seorang dokter yang mundur, dr Cholid, ketika ditemui di rumahnya yang sekaligus tempat praktiknya membenarkan bahwa ia telah pensiun dini. Dia menampik penyabab mengundurkan diri karena berbagai sebab, di antaranya akan mendirikan rumah sakit. ''Yang jelas saya mundur, karena sesuai dengan hak sebagai PNS,'' ujarnya. Diakuinya, untuk mengajukan pensiun dini, dia sudah memikirkan cukup lama. Meski begitu, keputusannya itu dianggap oleh sebagian rekannya sebagai tindakan nekat. Alasannya, karena bekerja ogah-ogahan di RSU saja masih bisa ditoleransi. Namun demikian, dia tak mau bersikap tidak profesional, sehingga memilih pensiun dini. Cholid mengakui akan mendirikan rumah sakit bersama sejumlah dokter di Kota Tegal dan Kabupaten Tegal. (aj-20k) |