| INDEKS BERITA HARI INI | Rabu, 14 Mei 2003 |
|
TAJUK RENCANA : Bank Indonesia dan Gubernur yang Baru - Setelah melalui proses yang cukup panjang dan terkadang menegangkan, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memilih Burhanuddin Abdullah sebagai Gubernur BI yang baru. Jika tidak ada aral melintang, tanggal 17 Mei akan diadakan pelantikan. Seperti diketahui, Komisi IX telah melakukan fit and proper test terhadap ketiga calon yang diajukan Presiden Megawati Soekarnoputri. |
TAJUK RENCANA : Mencermati Peradilan terhadap Amrozi - Sidang kasus peledakan bom di Bali dengan terdakwa Amrozi sangat menarik karena berbagai faktor. Yang paling penting, sidang itu diharapkan akan membongkar dengan jelas keberadaan terorisme di negeri ini. Sebab, ketika bom Bali belum meledak, para petinggi negeri ini ada kesan begitu yakin, di sini tidak ada teroris. Apalagi teroris yang berkaitan dengan kelompok Usamah bin Ladin. Teroris kaliber internasional yang sedang dikejar-kejar oleh AS. |
|
|
KARANGAN KHAS : Buddhis, Theravada, dan Mahayana Oleh: Budi Santosa Darmaji DALAM sebuah dialog yang ditayangkan TVRI Maret 2000, Presiden RI Abdurrahman Wahid mengatakan, bahwa agama Buddha yang diwakili agamawannya yaitu KASI layak diakui sebagai wakil umat Buddha. KASI atau Konferensi Agung Sangha Indonesia terdiri atas biksu-biksu Theravada dan biksu-biksu Mahayana. Jadi, KASI juga mencakup dua aliran utama Buddhis (Tantrayana juga bisa dimasukkan dalam Mahayana). |
DEBAT : Tiga Problem Otonomi Kampus Oleh: Candra P Pusponegoro - Mahasiswa Sastra & Seni UNS Solo TERDAPAT tiga problem pokok dalam implementasi otonomi kampus, khususnya mengacu UU No 22/1999 tentang Pemerintah Daerah. Pertama, saat ini Indonesia sedang mengalami masa transisi, perubahan reformasi dari iklim monolitis sentralistis ke pemerintahan yang demokratis. Akibatnya bagaikan lepas dari jeratan sehingga terjadilah euforia. |
|
|
DEBAT : Perguruan Tinggi Kecil Terpinggirkan Oleh: Ahmad Khoirul Umam - Mahasiswa Syariah IAIN Walisongo SEPINTAS otonomi kampus menjadi kado cantik bagi problematika independensi dan kemandirian kampus. Sehingga otonomi dapat dimaknai sebagai langkah progres menuju penguatan dan pemantapan kualitas pendidikan nasional. Tujuan dan hakikat otonomi akan terwujud ketika kampus memiliki kemauan dan kemampuan. Persoalannya, seberapa besar kemampuan kampus menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan tanpa campur tangan pemerintah? Di sinilah persoalan pendanaan tampaknya menjadi ganjalan utama. |
SURAT PEMBACA Penjelasan PT Jamsostek Menanggapi Surat Pembaca Sdr Ir Lulus Rahmat Mulyono yang berjudul: "Jamsostek, Mana Tanggung Jawabmu" 8 Mei lalu, kami ucapkan terima kasih atas kepersertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, khususnya yang menyangkut program Jaminan Hari Tua (JHT). Setelah dilakukan penggabungan dari kantor cabang tempat Sdr bekerja (Kudus, Pekalongan dan Semarang), jumlah saldo s.d 31 Desember 2002 sebesar Rp 19.804.580. Perincian saldo JHT per kantor cabang kepesertaan Jamsostek Sdr dan pemberitahuan saldo telah dikirim langsung ke alamat Sdr tanggal 9 Mei lalu. |
|