| INDEKS BERITA HARI INI | Rabu, 14 Mei 2003 |
|
Setelah Tahun 2005 BBM Dikelola Badan Pengatur
JAKARTA-Distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang hingga saat ini masih ditangani langsung PT Pertamina, setelah tahun 2005 akan diserahkan kepada sebuah badan pengatur independen yang bertanggung jawab kepada presiden. Namun, pada prinsipnya regulasi dan pengawasan makro kegiatan hulu dan hilir tetap dilakukan Dirjen Migas. |
Bisnis Eceran Masih Berpeluang
SEMARANG-Kendati persaingannya dari tahun ke tahun makin ketat, peluang pasar bisnis eceran di Semarang dinilai masih cukup besar, dan memiliki prospek ke depan yang baik. Demikian diungkapkan General Manager (GM) Ada Pasar Swalayan Helen Moelyono dalam acara pengundian kupon Ada Undian Berhadiah periode pertama (Januari-April) di Ada Setiabudi Semarang, kemarin. . |
|
|
Berlian Rp 2 Miliar Dipamerkan
SEMARANG-Pameran ''Bridal dan Felice Jewellery Gathering 2003'' akan diselenggarakan di Hotel Graha Santika, 14-18 Mei. Kegiatan itu tidak hanya menyajikan koleksi gaun pengantin, tetapi juga pernak-pernik kebutuhan acara pernikahan. Pameran serupa pernah digelar di Bandung dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat. |
Pameran Furnicraft di Malioboro Mall
YOGYAKARTA-Produk furniture maupun handicraft saat ini telah memiliki variasi, dan desain beragam, mulai dari gaya tradisional hingga modern. Masyarakat sekarang, makin selektif dan trampil untuk menghias rumah dengan memilih interior yang sesuai dengan kepribadian mereka, baik untuk menunjukkan identitas maupun kelas mereka secara sosial dan ekonomi. |
|
|
Pasar Sanitary Tumbuh 30%
SEMARANG- Pasar properti di Jateng yang membaik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pasar sanitary (perlengkapan kamar mandi). Setahun terakhir pertumbuhan pemasaran produk itu 30%. ''Banyak perumahan baru dan peningkatan penjualan sektor perumahan sekitar 5% tahun ini akan berdampak positif pada penjualan produk sanitary,'' |
Persaingan Bisnis Seluler Mulai Tak Sehat
SEMARANG- Persaingan bisnis telepon seluler (ponsel) di Indonesia saat ini dinilai sudah menjurus pada persaingan yang tidak sehat. Penilaian tersebut disampaikan Direktur Niaga PT Satelindo Wimbo S Hardjito di sela-sela acara Mentari Bikers Party di Jl Pahlawan Semarang ,Senin malam. |
|
|
Philips Targetkan Jual Ponsel 3%
JAKARTA-PT Philips tahun ini menargetkan penjualan telepon seluler (ponsel) sebanyak tiga persen dari total pelanggan GSM di Tanah Air. Untuk itu, pihaknya meluncurkan empat produk baru pada awal kuartal kedua dan ketiga 2003. Hal itu disampaikan General Manager PT Philips Electronics Indonesia Ina Silitonga Hutasoit di Jakarta, kemarin usai peluncuran ponsel Philips Xenium 9@9 ++. Untuk itu, pihaknya meluncurkan empat produk baru pada awal kuartal kedua dan ketiga 2003. |
Brebes Suplai 30% Bawang Nasional
UNGARAN- Bawang merah merupakan salah satu potensi komoditi bahan pangan yang ada di Kabupaten Brebes, yaitu dengan produksi 166.309 ton dari areal taman seluas 21.333 ha, dan produktifitas rata-rata 7,94 ton/ha berdasarkan data tahun 2001. ''Pada tingkat produksi tersebut, Kabupaten Brebes mampu mensuplai 30 % kebutuhan bawang merah nasional,'' kata Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BBMKP) Jateng Ir Bowo Susetyadi, belum lama ini. |
|
|
Kudus Gagal Lagi Minta Dana Cukai Rokok
JAKARTA-Tim Panitia Khusus Cukai DPRD Kudus harus bekerja keras lagi untuk meyakinkan Dirjen Bea dan Cukai bahwa permintaan sebagian dana dari cukai rokok asal pabrik rokok di daerah itu masuk akal dan wajar. |
HSBC Targetkan Kelola Reksadana Rp 1 Triliun
SEMARANG -The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) menargetkan pengelolaan dana nasabah melalui produk Reksadana Smart Invest Rp 1 triliun. Secara nasional, saat ini total dana yang dikelola Rp 400 miliar dengan nasabah lebih dari 1.300 orang. |
|
|
Sikap Pemerintah Berdampak Positif
JAKARTA-Penggelaran sidang tersangka kasus Bom Bali dan sikap tegas pemerintah terhadap gerakan separatis di Aceh berdampak positif terhadap bursa saham dan kurs rupiah. Awal pekan ini rupiah ditutup menguat pada posisi Rp 8.390/dolar AS. Akhir pekan lalu rupiah bertengger pada level Rp 8.540/dolar AS setelah sebelumnya mengindikasikan terus menguat. Diperkirakan penguatan berlanjut hingga mendekati Rp 8.000/dolar AS. Selain faktor dalam negeri, penguatan dipicu oleh dolar AS di sejumlah negara Asia yang melemah. |
Bincang Usaha Kepuasan Pelanggan Jadi Prioritas PERKEMBANGAN bisnis otomotif sangat erat kaitannya dengan kondisi perekonomian secara umum, khususnya sektor riil. Jika melihat beberapa indikator ekonomi beberapa tahun terakhir maka tidak mengherankan apabila banyak pelaku bisnis otomotif pesimistis terhadap prospeknya ke depan. Bagaimana gambaran bisinis tersebut di Jateng dan DIY, berikut perbincangan Suara Merdeka dengan Fatrijanto, Managing Director PT New Ratna Motor-Nasmoco Group. |
|