| INDEKS BERITA HARI INI | Rabu, 14 Mei 2003 |
|
Road "Hujan" Show
SEMARANG- Senin (12/5) malam, mulai sekitar pukul 21.30, hujan deras mengguyur Kota Semarang, tak terkecuali di bilangan Jalan Pahlawan, tempat pentas road show ''100 Tahun Harley Davidson Club'' berlangsung. Beberapa penampil, sebelum hujan boleh dibilang selamat. Maksudnya, mereka tetap bisa tampil prima. Penyaji yang bisa lempang berpentas adalah Mitra Band (Semarang), yang melantunkan sekitar delapan lagu hip-hop, dan penyanyi dangdut Nini Karlina. |
Kesaksian "Tjoet Nja' Dhien"
TIDAK sebagaimana galibnya dalam sebuah acara seremonial peluncuran sebuah produk, apa pun bentuknya, yang identik dengan keceriaan, kemeriahan, dan cenderung berbau hura-hura. Dalam peluncuran VCD Tjoet Nja' Dhien baru-baru ini di gedung BP2N, Jakarta, suasana temu wartawan tiba-tiba berubah menjadi hening, ketika salah seorang pemeran utama film yang memenangi delapan Piala Citra 1988 dan sebuah piala khusus itu -Christine Hakim- tak kuasa mengontrol emosinya. |
|
|
Mengangkat Budaya Betawi
LAGI-LAGI, Husen (H Mandra) lupa membuka tali kafan dari mayat Jefry (Benny Riswandi) yang dikuburkan setelah meninggal akibat sebuah kecelakaan. Karuan saja, sebagaimana halnya Mumun yang kemudian jadi pocong, Jefry pun kemudian bergentayangan dalam bentuk pocong. |
Djaduk Ferianto: Inul Itu Cerdas
MALANG-Sosok si ratu goyang ngebor, Inul Daratista, ternyata masih juga mampu menyedot perhatian banyak kalangan. Stasiun-stasiun telivisi, tak bosan dan tiada henti-hentinya menayangkan acara yang berkait dengan penyanyi asal Pasuruan, Jawa Timur itu. Seniman asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto, pun menaruh perhatian tersendiri. |
|
| PERNIK Anatomi Erotisme Inul Oleh: Sutanto Mendut MUSIK dangdut itu beranatomi. Ada melodi yang berderet, dari ujung kaki bawah naik 12 nada ke ujung pangkal paha, naik 1 oktaf lagi ke ujung puncak dada. Pada instrumen perkusi yang ritmis, nada bisa diatur berlenggok, menggelayut ke ujung kepala atas yang bernada dan ber-''otak'' tinggi. Belum lagi anatomi gerak dan irama yang melahirkan gaya tertentu, karena unikum instrumen. |
''Buah'' Akulturasi Kutai-Majapahit
AKULTURASI jamak terjadi dalam dunia kesenian (budaya). Dua bentuk seni (apa pun) yang mempunyai latar belakang berbeda, kadang saling memengaruhi ketika berakulturasi. Contoh nyata fenomena tersebut, bisa disaksikan di Kasultanan Kutai Kertanegera, Kalimantan Timur. Terutama ketika ada tamu yang tengah berkunjung ke kerajaan tertua di Indonesia itu, seperti saat Suara Merdeka mengikuti kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung baru-baru ini. |
|