logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Tajuk Rencana  
Line

Mencermati Peradilan terhadap Amrozi

- Sidang kasus peledakan bom di Bali dengan terdakwa Amrozi sangat menarik karena berbagai faktor. Yang paling penting, sidang itu diharapkan akan membongkar dengan jelas keberadaan terorisme di negeri ini. Sebab, ketika bom Bali belum meledak, para petinggi negeri ini ada kesan begitu yakin, di sini tidak ada teroris. Apalagi teroris yang berkaitan dengan kelompok Usamah bin Ladin. Teroris kaliber internasional yang sedang dikejar-kejar oleh AS. Sementara itu, Washington dengan gamblang menuding negara kita sebagai salah satu "sarang" teroris yang berkaitan dengan Usamah bin Ladin yang pada waktu itu bersembunyi di Afghanistan. Tuduhan itu konon didasarkan pada dokumen-dokumen yang ditemukan di Afghan.

- Ketika terjadi peledakan bom di Bali, kita tersadar bahwa teroris benar-benar ada di sini. Kenyataannya, Amrozi bisa ditangkap dalam waktu relatif singkat. Padahal, berbagai kasus bom sebelumnya yang meledak di berbagai wilayah Tanah Air, banyak yang hingga kini belum terungkap. Tersangkanya bagai ambles ditelan bumi. Tersangka dari Tenggulun, Lamongan itu ternyata mempunyai banyak kawan. Banyak dari mereka yang sudah tertangkap, tapi diduga banyak pula yang masih bebas. Entah bersembunyi di mana? Akankah sidang itu bisa mengungkap kaitan antara kelompok Amrozi dengan Usamah bin Ladin, yang disebut-sebut pula terkait dengan jaringan teroris internasional di kawasan Asia Tenggara?

- Kekagetan lain terhadap daya ledak bom yang luar biasa. Dugaan kuat kemudian mengatakan, barang berbahaya itu bikinan orang asing atau bahan mentahnya diselundupkan dari negara lain. Ada yang menyebut-nyebut bahan peledak sedahsyat itu cuma bisa ditemukan di AS. Di dunia ini cuma ada beberapa negara yang memproduksi bahan peledak semacam itu. Begitu Amrozi tertangkap, muncullah petunjuk-petunjuk lain. Bahan-bahannya cuma dibeli di toko-toko kimia di Surabaya. Yang merakit bom temannya yang berasal dari Pemalang, yang hingga kini belum tertangkap. Ada ahli merakit dan banyak bahan di toko. Adakah kaitan itu semua dengan bom-bom lain yang mengguncang banyak kota?

- Dari berbagai keterangan yang sudah terungkap sebelumnya menunjukkan, Amrozi dan kawan-kawannya beraktivitas yang berkaitan dengan gerakannya itu di tengah-tengah masyarakat biasa. Misalnya mereka menyelenggarakan pertemuan-pertemuan di Solo. Rencana pengeboman di Bali juga pernah dibahas di sana. Beberapa teman Amrozi bahkan mengontrak rumah di kampung-kampung di kota itu. Beberapa dari mereka sudah tertangkap. Tetangga dekatnya pada umumnya memandang mereka sebagai warga biasa. Tak menyangka sama sekali aktivitasnya ada kaitan dengan kelompok teroris. Dalam suasana masyarakat yang tampak tenang dan damai, terbukti ada gerakan yang luput dari pengamatan.

- Sudah banyak isyarat yang menggambarkan, suatu jaringan teroris atau setidak-tidaknya kelompok gerakan radikal memang terbentang lintas negara-negara Asia Tenggara. Mulai dari Thailand Selatan, Malaysia, Singapura, Indonesia, hingga Filipina Selatan. Sebuah analisis mengungkapkan, bila ada kelompok yang bercita-cita mendirikan negara Islam yang mencakup kawasan tersebut. Cita-cita semacam itu konon pernah dibahas dalam pertemuan kelompok radikal tersebut di Bangkok. Bahkan disebut-sebut Ustad Abu Bakar Baasyir adalah salah seorang yang pernah hadir dalam pertemuan itu . Namun hal itu belum pernah dibuktikan. Juga tentang cita-cita negara Islam yang memaksa kita untuk terus mengkajinya.

- Amrozi pernah dikabarkan menyesal ketika yang menjadi korban bukan warga AS. Dia mengincar warga AS yang ada kaitannya dengan serangan AS di Afghan dan perjuangan Usamah bin Ladin. Sikapnya itu barangkali segi lain yang juga layak diperhatikan. Bahwa tindakan kekerasan dengan target tertentu di mana pun dan oleh siapa pun harus dilaksanakan secermat mungkin. Jangan sampai tindakan itu malah merugikan negara dan bangsa. Selain Amrozi masih sederet teman lain yang juga akan diajukan ke pengadilan. Dari sana tentu akan terungkap hal-hal penting terkait dengan kelompok radikal tersebut serta terorisme internasional. Satu hal yang harus kita cermati terus-menerus.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA