logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Guru Bantu Lima Bulan Tak Terima Gaji

SALATIGA - Tujuh guru bantu sementara di wilayah Kota Salatiga, selama lima bulan terakhir ini belum menerima gaji sebesar Rp 500.000/bulan tiap orang. Dana gaji mereka berasal dari Bank Dunia. ''Para guru itu terakhir kali menerima gaji sekitar November 2002 lalu. Namun, hingga sekarang belum pernah menerimanya lagi,'' kata Ketua Forum Guru Tidak Tetap (Forgap) Salatiga HM Safuan kepada Suara Merdeka, Selasa (13/5).

Ketujuh guru bantu sementara itu, kata dia, menjadi pendidik pada lima SLTP. Yaitu SLTP Sultan Fattah 2 orang, SLTP Laboratorium UKSW 2 orang, SLTP Muhammadiyah satu orang , SLTP Islam Sudirman satu orang, dan SLTP Pangudi Luhur satu orang.

Khusus dua pengajar di SLTP Laboratorium UKSW, lanjut Safuan, kini tak terlalu memikirkan datang tidaknya gaji dari Bank Dunia tersebut. Alasannya, mereka sudah diangkat menjadi guru yayasan.

''Namun, untuk lima guru lainnya hampir setiap bulan selalu menanyakan ke instansi berwenang. Jawaban yang diterimanya selalu klise, yaitu diminta bersabar hingga lima bulan sekarang ini,'' tuturnya seraya menambahkan, semua guru bantu sementara itu adalah perempuan.

Forgap merasa prihatin terhadap keberadaan mereka yang kurang perhatian dari para pimpinan STLP tempat mereka bekerja. Misalnya, ketika akan mengajukan pinjaman (bon) sementara kepada sekolah, tak pernah digubris. Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs Bakri MSEd, belum berhasil dimintai konfirmasi. (A2-73n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA