logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Belum Ada Kejelasan Dana Perbaikan Jalan

GROBOGAN - Bantuan ADB Loan Rp 74 miliar untuk perbaikan jalan Purwodadi-Semarang dan Purwodadi-Wirosari di Grobogan pada tahun anggaran 2003 dipertanyakan pengguna jalan. Sebab sampai kemarin bantuan itu belum jelas ada atau tidak. Bahkan Dinas PU Bina Marga Jateng juga mengaku belum mendapat kejelasan dari Menkimpraswil mengenai jadi tidaknya proyek tersebut.

Padahal Biro Bangda, Dinas PU Bina Marga Jateng, Dinas PSDA Jateng bersama tim teknis lain di Tingkat Jateng telanjur mensosialisasikan masalah itu ke Dinas PU Jalan Jembatan, PU Pengairan Cipta Karya, Bagian Pembangunan Setda Grobogan dan lainnya di Bakorlin I Pati.

'Kami sudah menanyakan hal itu ke Dinas PU Bina Marga Jateng, tetapi dinas mengaku malah belum mengetahui,'' kata Margono (40), sopir angkutan barang Purwodadi-Semarang kemarin. Dia dan beberapa teman sopir lain, termasuk sopir bus nekat ke dinas itu karena mendengar kabar, bahwa bantuan ADB Loan Rp 74 miliar untuk jalan tersebut batal dikucurkan pada tahun anggaran 2003. Pasalnya, APBN 2003 maupun bantuan Loan lainnya habis terserap untuk pemulihan keamanan di Aceh.

Dikatakan, jalan Purwodadi-Semarang, Purwodadi-Wirosari tidak cukup diperbaiki dengan dana APBD I 2003 sebesar Rp 5,1 miliar. Sebab tingkat kerusakannya cukup parah. Bahkan di beberapa ruas jalan itu banyak yang terancam longsor karena kanan kiri jalan tidak dibangun talud. Lebih-lebih proyek perbaikan itu berkesan dipaksakan.

''Masa anggaran Rp 1,1 miliar cukup untuk perbaikan jalan Purwodadi-Semarang. Padahal kondisi jalan itu dalam keadaan rusak berat,'' ujarnya. Dikatakan, mau tak mau dana sedikit itu diupayakan merata untuk perbaikan sepanjang 40 km meter dengan jalan tambal sulam. Yaitu yang tampak lubang-lubang ditutup dengan aspal hotmix tanpa harus lebih dulu diperkeras dengan ditutup sirtu dan batu pengunci. Begitu pula yang ambles.

Dinilai, perbaikan itu sama sekali tidak berpegang pada teknis perbaikan untuk jalan dengan kapasitas tonase tinggi. Sebab di lapangan perbaikannya bersifat tradisional yaitu langsung ditutup hotmix. Itu pun penutupannya tidak rata. Beberapa kali dinas teknis didesak turun ke lapangan guna mengecek sistem perbaikan itu. Namun entah karena apa mereka tidak segera turun ke lapangan.

Ketua Bappeda Grobogan Drs H Yahmo Sumarno S MM mengatakan, sampai kemarin Pemkab belum menerima laporan dari Dinas PU Bina Marga Jateng mengenai jadi tidaknya jalan itu diperbaiki dengan bantuan ADB Rp 74 miliar. Sebab surat mengenai masalah tersebut belum ada di Bappeda.

''Biasanya kalau ada apa-apa kaitannya dengan perbaikan jalan-jalan provinsi di Grobogan, dinas itu cepat memberitahu lewat surat,'' katanya. BIKK Provinsi Jateng melalui Kabag Humas Pemkab Grobogan H Maryono HI S Sos mengatakan, memang Dinas PU Bina Marga Jateng belum memberikan kabar mengenai bantuan perbaikan jalan itu yang berasal dari ADB. Dengan demikian Pemkab menganggap bantuan tersebut tidak ada masalah. Lebih-lebih sebelumnya dinas itu sudah mensosialisasikan rencana bantuan tersebut ke Pemkab di Bakorlin I Pati. (A23-76)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA