logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Mayat di Rel, Diduga Korban Pembunuhan

KENDAL- Sesosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya dan tubuhnya ditemukan secara terpisah di beberapa bagian, Minggu (11/5) pagi, di sekitar rel kereta api (KA) Desa Dampalrejo, Kecamatan Ngampel dan Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal, diduga korban pembunuhan. Asumsi ini tersimpul berdasar keterangan yang dihimpun dari beberapa saksi.

Menurut Ny Sudarmi (30) mengutip keterangan suaminya, Burham (34) yang juga Asisten Distrik Kepala (ADK) 42 B (semacam stasiun KA kecil-Red) Kalibodri, Kecamatan Pegandon, Kendal menuturkan, sekitar pukul 10.00, suaminya dan beberapa warga menemukan tubuh manusia sebatas leher ke bawah, di lintasan KA km 25 Dampalrejo. Selain tanpa kepala, kondisi potongan tubuh yang ditemukan juga hancur.

Sudarmi menjelaskan, suaminya sedang ada keperluan di Semarang. ''Sebelum potongan tubuh ditemukan, pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 22.00, Pak Burhan mendapat laporan dari masinis sebuah KA yang melintas dari arah barat tujuan Jakarta. Saya tidak tahu KA apa yang melintas tersebut. Yang jelas masinis tersebut, menginformasikan melihat ceceran darah di sekitar perlintasan KA di wilayah Desa Dampalrejo.

Dia menambahkan, suaminya mengecek ke lapangan setelah mendapat informasi itu, namun hingga pukul 24.00 tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Berkat laporan beberapa warga, potongan tubuh milik seorang laki-laki sebatas leher ke bawah ditemukan keesokan harinya, Minggu sekitar pukul 10.00.

''Selang beberapa jam setelah penemuan pertama potongan tubuh itu, sejumlah warga melaporkan menemukan kepala manusia di lintasan KA km 25 ( sekitar 9 km ke arah barat dari lokasi penemuan pertama-Red) di wilayah Desa Purworejo. Menurut Pak Burhan, luka pada potongan leher kepala manusia yang ditemukan cenderung rata,'' kata Sudarmi, saat ditemui di rumahnya, Desa Pegandon, kemarin.

Potongan Rata

Dia menambahkan, suaminya menduga luka potongan leher tersebut cenderung bukan diakibatkan oleh kecelakaan KA. Dugaan itu diperkuat dari penemuan tubuh bagian leher ke bawah dan potongan kepala yang jaraknya relatif jauh.

''Biasanya leher yang terpotong akibat kecelakaan KA tidak rata, kata Sudarmi menirukan ucapan suaminya, saya juga kurang begitu jelas apakah korban mengenakan pakaian atau tidak.

Sejumlah petugas di stasiun KA Kalibodri, saat ditemui kemarin juga menyatakan hal senada. Para petugas tersebut tidak mengetahui KA yang diduga menabrak lelaki tak dikenal itu.

''Luka di leher yang terpotong kemungkinan bukan diakibatkan tertabrak KA, karena cenderung rata. Di bagian kepala juga tidak Apalagi jarak penemuan potongan tubuh cukup jauh. Untuk lebih jelasnya tanyakan kepada Pak Burham,'' kata seorang petugas KAI yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Secara terpisah, Kapolres Kendal AKBP Drs H A Syukrani melalui Kasatserse Sutana mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lapangan. ''Tim identifikasi sedang mencari bahan atau data yang diperlukan, termasuk menelusuri identitas korban. Luka di potongan leher yang rata, kemungkinan bisa diakibatkan tertabrak KA. Bagian tubuh yang terjepit bagian tengah KA dengan rel dapat terpotong rata. Mengenai penemuan potongan tubuh yang ditemukan terpisah, mungkin karena terseret KA. Namun demikian, kami masih menyelidikinya.''

Seperti diberitakan, (SM, 12/5) warga menemukan potongan tubuh manusia di sekitar rel KA Desa Dampalrejo, Ngampel dan Desa Purworejo, Ringinarum (bukan di Desa Caruban-Red). (G15-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA