logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

SDM Grafika Berkualitas Bisa Tarik Investor

SEMARANG -Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dapat menjadi daya tarik bagi investor, khususnya di bidang industri grafika untuk menanamkan modalnya di provinsi ini. Sebab, dalam era pasar bebas Asean (AFTA) ini diperkirakan banyak investor yang masuk dengan membawa peralatan grafika yang teknologinya lebih maju.

''Kalau tidak disiasati dengan peningkatan kualitas SDM, industri grafika kita bakal kalah bersaing,'' kata Ketua Umum DPD Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jateng Kukrit Suryo Wicaksono MBA saat memberikan pengarahan bagi peserta Pendidikan dan Latihan yang diselenggarakan Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan dan Media Informasi (SP PPMI) Jateng di Wisma GKPN Ahmad Yani, kemarin. Diklat diikuti perwakilan dari Pengurus Unit Kerja (PUK) SP-PPMI se-Jateng.

Masalahnya, lanjut Kukrit, saat ini untuk investasi baru yang dilakukan oleh pengusaha grafika lokal masih sangat sulit diharapkan. Ini disebabkan mahalnya harga mesin cetak dan bahan baku grafika harganya yang terus naik berkait dengan masih tingginya kurs dolar AS terhadap rupiah. ''Karena mahalnya harga komponen dan bahan baku, sehingga belum memungkinkan lagi bagi perusahaan grafika di Indonesia untuk membeli mesin baru,'' kata dia.

Karena itu, jelas Kukrit, meski nantinya perusahaan-perusahaan cetak asing masuk ke Indonesia dan SDM grafika bisa mengikuti maka justru akan berdampak positif bagi peningkatan jumlah tenaga kerja. ''Sebenarnya, tidak masalah kalau perusahaan cetak asing masuk ke sini, asal SDM-nya adalah SDM lokal, putra daerah Jateng. Meski dalam hal mesin kalah, tapi kita memiliki keunggulan kualitas SDM, paling tidak seimbang,'' kata Kukrit.

Selain itu, PPGI Jateng berusaha mengatasi permasalahan semakin sulitnya industri grafika, misalnya, tingginya harga bahan baku produk ini dengan berkonsentrasi pada peningkatan kualitas SDM. Untuk meningkatkan kualitas SDM pula, PPGI juga mengadakan in house training secara berkala agar keterampilan pekerja grafika meningkat.

''Kita harus melihat dari sisi positif bahwa modal besar bisa menopang kesulitan-kesulitan yang selama ini mendera industri grafika di Jateng,'' kata dia.

Lebih lanjut Kukrit mengungkapkan Jateng merupakan salah satu kiblat industri grafika di Indonesia, karena industri grafika di Jateng dinilai sebagai yang terbaik di Indonesia. Ini merupakan nilai lebih bagi prospek ke depan perkembangan industri yang banyak menyerap tenaga kerja ini.

Adanya asosiasi pekerja, ia menyatakan, pekerja di bidang percetakan dan perusahaan adalah mitra yang saling berkait. Jika pihak perusahaan memiliki asosiasi PPGI, maka asosiasi pekerjanya adalah SP-PPMI. ''Kami berharap PPGI bersama SP-PPMI dapat bekerja sama lebih intens untuk menjembatani kepentingan pengusaha dan pekerja.''.

Ketua DPD SP-PPMI Jateng Rakito mengatakan diklat dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana menghadapi dan menangani keluhan-keluhan ataupun masalah-masalah pekerja di lingkungan industri grafika. (G2-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA