logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Dua Perampok Tewas Ditembak

  • Beraksi Antarpulau

SEMARANG- Dua dari empat anggota komplotan perampok yang beroperasi di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera tewas ditembak anggota Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Poltabes.

Mereka adalah Asmarya Tendra alias Aten (32), warga Jalan Kirai Jakarta Selatan dan Iskandar (35), asal Cimindi, Jawa Barat. Menurut polisi, keduanya ditembak karena melawan saat akan diringkus.

Adapun dua teman mereka, yakni Yogi (24) mengaku warga Cihampelas, Bandung dan Tatang Zukria (23) asal Sarolangan, Jambi, sampai kemarin sore masih diperiksa di Poltabes.

Dua Mobil

Selain menahan keduanya, polisi menyita mobil Toyota Kijang F-1736-FN dan Baleno D-1248-SE yang digunakan untuk operasional aksi komplotan tersebut. Selain itu, pistol dan empat peluru, brankas, dan uang Rp 10 juta yang merupakan sisa hasil perampokan.

''Ada tujuh orang lain sampai sekarang masih buron,'' kata Kapoltabes, Kombes Drs Noer Ali.

Tertangkapnya empat anggota komplotan tersebut bermula dari upaya pengungkapan perampokan di PT KIPI Mangkang.

Dalam pengusutan, aparat Polsek Tugu berhasil menemukan bukti kuitansi sewa kamar Hotel Dewi Ratih Jalan Raya Sambong, Batang yang sebelumnya sempat digunakan untuk menginap perampok. Polisi juga mendapatkan pelat nomor mobil asal Jawa Barat yang digunakan pelaku.

Hasil temuan itu selanjutnya ditindaklanjuti Unit Jatanras yang dikomandani Iptu Suwarto. Dari bukti-bukti itu, polisi berhasil melacak dugaan lokasi persembunyian tersangka. Tim kecil yang terdiri atas tiga orang diberangkatkan ke Bogor, Senin (28/4).

Selama tiga hari di Bogor, mereka mendapatkan informasi bahwa dua kendaraan itu milik sebuah persewaan. Setelah mendatangi pemiliknya, tim akhirnya menemukan identitas penyewa mobil Toyota Kijang dan Baleno. Dengan bantuan warga, polisi mengetahui persembunyian Tatang di Bogor.

Untuk menangkap para tersangka, Kasat Reserse Kriminal Komisari Drs Wagisan memutuskan mengirim tim yang beranggotakan 12 orang pada Jumat (9/5). Tim dipimpin Waka Reserse Kriminal, AKP Rukiman. Tim yang berangkat dibekali dengan persenjataan lengkap.

Meski penyewa mobil berhasil ditangkap, tapi Poltabes sempat kesulitan melacak pelaku utama. Hal itu disebabkan, orang yang menyewa mobil itu mengaku tidak ikut merampok. Berkat bantuan masyarakat, anggota Jatanras akhirnya berhasil menangkap Tatang di rumahnya.

Dari keterangan pemuda itu, akhirnya polisi dapat menangkap teman-teman Tatang. Yogi dan Iskandar diringkus saat ''pesta'' dengan beberapa teman wanitanya di kamar 810 dan 801 Hotel Atlantik, Jakarta Pusat. Dari tiga tersangka tersebut, polisi berhasil mengorek tempat persembunyian Aten di sebuah penampungan wanita nakal di kawasan Cijantung, Jakarta Selatan. Dia adalah satu dari dua orang yang membawa pistol dalam perampokan di sejumlah tempat.

Saat tempat persembunyiannya digerebek, Aten melawan dan malah hendak menembak dengan pistol rakitan. Polisi akhirnya menembak mati tersangka. Demikian pula dengan Iskandar. Dia juga ditembak mati karena hendak kabur ketika diminta menunjukkan tempat persembunyian temannya.

Selain di PT KIPI, komplotan tersebut beraksi di kantor Koperasi PT Intidana Jalan Supriyadi, Bank BII kompleks pertokoan Maja Mas, dan di Kampung Krese. Mereka juga mengaku beraksi di Solo, Cilegon, Jakarta, dan Palembang.(D7,G3-71)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA