
| Rabu, 14 Mei 2003 | Debat |
Perguruan Tinggi Kecil TerpinggirkanOleh: Ahmad Khoirul Umam - Mahasiswa Syariah IAIN Walisongo SEPINTAS otonomi kampus menjadi kado cantik bagi problematika independensi dan kemandirian kampus. Sehingga otonomi dapat dimaknai sebagai langkah progres menuju penguatan dan pemantapan kualitas pendidikan nasional. Tujuan dan hakikat otonomi akan terwujud ketika kampus memiliki kemauan dan kemampuan. Persoalannya, seberapa besar kemampuan kampus menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan tanpa campur tangan pemerintah? Di sinilah persoalan pendanaan tampaknya menjadi ganjalan utama. Sebab patut digarisbawahi, otonomi berarti berkurangnya subsidi dana pendidikan dari pemerintah. Konsekuensinya, kampus harus menggaet sumber-sumber pendanaan dari luar. Untuk itu, kampus harus banyak membangun jaringan di luar. Semakin sedikit sponsor yang masuk, semakin mahal biaya pendidikan. Kondisi di atas akan melahirkan sistem kompetisi antarkampus. Masing-masing akan berusaha meraup jatah sponsor sebanyak mungkin. Sehingga sangat logis jika nantinya terjadi persaingan tidak sehat antarkampus. Kompetisi akan melemahkan perguruan tinggi kecil yang memiliki kemampuan serta kualitas terbatas. Sebab market yang terdiri dari perusahaan, lembaga pemerintahan dan LSM, akan lebih suka bekerja sama dengan perguruan besar yang kredibilitas. Dalam keterbatasannya, perguruan tinggi kecil akan kesulitan bersaing dengan perguruan tinggi besar akibat perbedaan kualitas dan kemampuan yang pada akhirnya berdampak pada daya tawar di pasaran. Akibatnya perguruan tinggi besar akan semakin kuat, sedangkan perguruan tinggi kecil akan semakin lemah. Fakta tersebut dimulai oleh semakin mahalnya biaya pendidikan yang harus ditanggung mahasiswa di perguruan tinggi kecil. Mahasiswa akan disibukkan dan dibingungkan oleh usaha memenuhi biaya pendidikannya yang membumbung tinggi. Jika demikian halnya, asas pemerataan pendidikan nasional menjadi timpang. Logikanya, oleh pemerintah asas pemerataan ini diwujudkan ke dalam bentuk pengucuran dana subsidi pendidikan. Langkah tersebut berdampak pada kesejahteraan masyarakat dalam menikmati pelayanan pendidikan dari negara dengan ongkos yang lebih murah. Alhasil banyak elemen masyarakat yang mampu melanjutkan pendidikannya hingga jenjang yang lebih tinggi. Program tersebut membuat tujuan bangsa Indonesia untuk "mencerdaskan kehidupan bangsa" menjadi semakin riil adanya. Berbeda halnya ketika otonomi berlaku, masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah akan kerepotan untuk melanjutkan studinya. Biaya murah hanya kemungkinan besar diperoleh di perguruan tinggi besar karena akses jaringannya kuat. Padahal untuk masuk di perguruan tinggi besar harus melewati seleksi yang cukup berat. Artinya, peluang masyarakat lebih besar masuk di PTN kecil atau PT swasta yang sama mahalnya. Untuk itu diperlukan adanya seperangkat aturan yang jelas sebagai haluan dalam pelaksanaan dan realisasi otonomi kampus. Pemerintah sebaiknya jangan langsung melepaskan perguruan tinggi yang sekiranya belum siap dipisah. Pendampingan pemerintah sekiranya masih dibutuhkan hingga kampus benar-benar siap.' Bagi perguruan tinggi kecil, otonomi kampus sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Jika dipaksa, justru akan mematikan perguruan tinggi secara perlahan-lahan. Yang lebih penting, masyarakat jangan sampai takut oleh meningkatnya biaya pendidikan sebagai konsekuensi dari otonomi kampus. Bagi mahasiswa yang berjiwa mandiri dan berkemauan keras untuk maju, biaya tentunya tidak akan menyurutkan semangat dan motivasinya.. Selain itu, sebagai konsekuensi dan pengorbanan materiil mahasiswa di atas - biaya pendidikan mahal - harus diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan dan fasilitas pembelajaran bermutu. Oleh karena itu, momen kampus untuk independen ini harus dibarengi dengan upaya peningkatan di seluruh jajaran kampus. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan akan tercipta sistem kompetisi antarkampus yang lebih sehat ketika harus memperebutkan wilayah jaringan. Sebab kualitas perguruan tinggi akan sangat berpengaruh pada nilai jual dan daya tawar kampus di mata pasar.(33) Tema Mendatang
Rubrik ini diperuntukkan bagi mahasiswa maupun dosen. Isi tulisan bersifat pro atau kontra terhadap tema yang diketengahkan. Panjang tulisan 4-5 halaman dengan 1,5 spasi, dilengkapi foto diri dengan pose santai (bukan pasfoto). Tema pekan depan: "Otonomi Kampus".(Red) |