
| Rabu, 14 Mei 2003 | Ekonomi |
Bincang UsahaKepuasan Pelanggan Jadi PrioritasPERKEMBANGAN bisnis otomotif sangat erat kaitannya dengan kondisi perekonomian secara umum, khususnya sektor riil. Jika melihat beberapa indikator ekonomi beberapa tahun terakhir maka tidak mengherankan apabila banyak pelaku bisnis otomotif pesimistis terhadap prospeknya ke depan. Bagaimana gambaran bisinis tersebut di Jateng dan DIY, berikut perbincangan Suara Merdeka dengan Fatrijanto, Managing Director PT New Ratna Motor-Nasmoco Group. Bagaimana kondisi pasar otomotif di Jateng dan DIY secara umum? Ada tren meningkat meski jumlahnya tidak besar. Hingga Maret pemasaran mobil mencapai 5.435 unit. Itu berarti kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.852 unit maka ada kenaikan 12%. Kami memprediksi hingga akhir tahun ini pasar otomotif mencapai 21.800 unit. Sepanjang 2002 total pasar sebesar 21.605 unit atau ada kenaikan 1%. Bagaimana prospeknya pada tahun ini? Sebenarnya banyak yang tidak begitu yakin atas perkembangan bisnis otomotif di Jateng dan DIY. Dari perbincangan dengan para pelaku bisnis tersebut tahun ini pasar cenderung sepi. Alasannya, sektor usaha lain belum begitu bergairah. Mereka berpendapat itu akan berpengaruh pada penjualan otomotif. Namun jika melihat angka penjualan pada triwulan pertama tampak ada kecenderungan penjualannya bisa lebih baik. Apa indikator yang bisa mendorong pertumbuhan bisnis ini? Ada dual hal, yakni pengaruh negatif dan positif. Pengaruh negatif, misalnya, ada perang AS-Irak, kondisi sosial politik nasional, dan faktor-faktor yang memungkinkan ekonomi nasional tertekan. Apalagi perbankan belum begitu bergairah menyalurkan kredit ke sektor riil. Kemudian pengaruh positif yang bisa mendorong bisnis otomotif membaik adalah penurunan suku bunga perbankan. Suku bunga berpengaruh pada penurunan bunga kredit mobil rata-rata 19%-20% dari sebelumnya 20%-22% per tahun. Berapa target penjualan Nasmoco tahun ini? Berdasar prediksi penjualan mobil secara keseluruhan 21.800 unit kami menargetkan 5.880 unit hingga akhir tahun ini. Dengan demikian pangsa pasar Toyota sekitar 27% dan kami sangat yakin bisa mencapai target. Salah satu produk baru kami yang cukup mendukung peningkatan pangsa pasar adalah Toyota Dyna yang diluncurkan akhir tahun lalu. Penjualan produk itu terus meningkat beberapa bulan terakhir. Contohnya hingga akhir 2002 pangsa pasar Toyota Dyna hanya 16,83%, namun hingga Maret lalu meningkat menjadi 25%. Pekan lalu Toyota juga meluncurkan sedan Vios 1.500 cc yang kami perkirakan akan disambut positif oleh pasar mengingat di beberapa negara produk itu sukses di pasaran. Bagaimana komposisi penjualannya? Dari target penjualan keseluruhan sebanyak 5.880 unit truk kami targetkan 18%, sedan 7,2%, dan sisanya 74,1% adalah Toyota Kijang. Kami juga ingin mengingatkan bahwa hingga akhir tahun ini Toyota Indonesia tidak mengeluarkan Kijang baru lagi. Apa yang dilakukan untuk mendukung pencapaian target itu? Salah satu hal yang paling penting kami tekankan adalah kepuasan pelanggan. Program utama dalam pelayanan, yakni Vehicle, Delivery, Quality, dan Inspection (VDQI). Program itu adalah bagaimana penanganan mobil sejak diterima dari pabrik hingga ke tangan pelanggan. Tahun lalu kami mendapat penghargaan President Award terkait dengan kepuasan pelanggan atas pelayanan kami. Bagaimana layanan purnajualnya? After sales service merupakan strategi kami untuk mendukung penjualan. Salah satu yang kami lakukan adalah membuka bengkel siaga hotline 24 jam di Nasmoco Pemuda Semarang. Bengkel siaga yang biasa dibuka hanya saat Lebaran kini bisa melayani setiap hari. Kendaraan yang mengalami kerusakan tidak harus di bawa ke bengkel, tapi cukup dikerjakan di tempat. Pemilik kendaraan tinggal menghubungi hotline dan kami membimbing melalui telepon. Jika belum bisa diperbaiki maka teknisi akan mendatangi. Hingga kini kami memiliki jaringan penjualan di 10 kota Jateng dan DIY dengan 13 outlet. Dari jumlah itu 12 di antaranya memiliki fasilitas service part sekaligus showroom. (Arie Widiarto-69) |