
| Rabu, 14 Mei 2003 | Ekonomi |
Sikap Pemerintah Berdampak PositifJAKARTA-Penggelaran sidang tersangka kasus Bom Bali dan sikap tegas pemerintah terhadap gerakan separatis di Aceh berdampak positif terhadap bursa saham dan kurs rupiah. Awal pekan ini rupiah ditutup menguat pada posisi Rp 8.390/dolar AS. Akhir pekan lalu rupiah bertengger pada level Rp 8.540/dolar AS setelah sebelumnya mengindikasikan terus menguat. Diperkirakan penguatan berlanjut hingga mendekati Rp 8.000/dolar AS. Selain faktor dalam negeri, penguatan dipicu oleh dolar AS di sejumlah negara Asia yang melemah. Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada penutupan awal pekan ini berada di level 473,927 atau menguat 4,293 poin dibandingkan akhir pekan lalu. Indeks LQ45 atau 45 saham terlikuid juga meningkat 1,306 poin menjadi 105,165. Rhenald Kasali, pakar manajemen UI dalam diskusi di Deperindag mengatakan saat ini babak baru perekonomian Indonesia telah dimulai. Penegasan keluar IMF dan kebangkitan industri, terutama setelah pemerintah mencanangkan penggalakan potensi dalam negeri, menimbulkan dampak positif. "Kita tidak bisa menolak produk asing. Untuk itu harus meningkatkan kualitas produk sendiri. Tetapi kualitas saja tidak cukup jika tidak mampu menyaingi dalam hal harga. Apalah artinya produk bagus jika harganya mahal," tutur dia, Senin lalu. Sementara itu di pasar uang Singapura pada awal pekan yen menguat menjadi 116,65/AS dari sebelumnya 116,87, dolar Singapura naik menjadi 1.7331/ dolar AS dari 1.7322, dan dolar Taiwan 34.700/dolar AS atau turun dari sebelumnya 34.710/dolar AS.(wa-53) |