logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Jenang Jaket, Lengketnya sampai Banjarmasin

KALAU sudah dimakan kadang lengket di gigi atau lidah, tetapi rasanya manis dan harum aromanya. Itulah kekhasan jenang 'jaket'. Jajanan asli Mersi Purwokerto yang melengkapi jajanan khas Purwokerto, selain kripik dan mendoan. Namun kini tinggal segelintir orang saja yang memproduksi 'jaket'.

'Jaket' sebenarnya kependekan 'jenang asli ketan'. Sebab, tepung ketan merupakan bahan pokok jajanan itu, selain gula jawa dan santan kelapa.

Kini, industri panganan yang mulai ada di Purwokerto sejak sekitar 1970-an itu, tinggal sekitar tiga keluarga yang menekuninya. Salah satu keluarga yang masih menekuni, keluarga Ny Yanti, yang membuka kios oleh-oleh khas Purwokerto itu di Jalan Adipati Mersi.

Dia meneruskan usaha orang tuanya, Ny Suharsah, yang sekaligus perintis industri rumah tangga itu. Industri itu konon sebelumnya dikembangkan salah satu keluarga Tiong Ha yang tinggal di Purwokerto.

Kala itu, Ny Suharsah mendapatkan resep jenang itu saat bekerja pada majikannya itu. Karena usahanya tidak aktif lagi maka Ny Suharsah keluar lalu berusaha sendiri di rumahnya. ''Kini orang Tiong Ha itu sudah pindah di Hong Kong,'' jelasnya.

Tahun 1982, mulailah dirintis usaha tersebut yang akhirnya berkembang sampai sekarang. Dulu masih ada banyak keluarga yang menekuni usaha itu, tetapi lama kelamaan menyusut.

Membuat panganan itu membutuhkan waktu yang relatif lama setiap satu resepnya. ''Sekitar 5 jam termasuk menepung beras ketan,'' jelas dia.

Untuk satu resep menghabiskan 20 kg tepung ketan, 60 butir kelapa dan 30 kg gula merah. ''Dalam membuat 3-4 kali resep dengan tenaga kerja 20 orang pada tiga tungku api. Masing-masing resep bisa dibuat 120 bungkus jenang isi 16,'' jelasnya.

Dalam sehari, rata-rata diproduksi satu kuintal. Kalau hari-hari besar seperti Lebaran bisa naik empat kali lipat produksinya.

Soal pemasaran, jenang itu dijualnya Rp 8.000 per kilogram. Wilayah pemasaran selain eks Karesidenan Banyumas, juga sepanjang jalur selatan mulai dari Purwokerto hingga Yogyakarta.

Tidak jarang, jenang jaket itu dijadikan oleh-oleh. Seperti Ny Hanifah warga Jl Bank Purwokerto, dia membeli dua besek ukuran besar untuk oleh-oleh anaknya yang akan ke Banjarmasin. ''Tidak hanya famili saya yang suka, orang asli sana pun menyukainya,''terangnya. Pembeli lain, Untung, memborong dua besek ukuran besar untuk dibawa ke Jakarta. (Jamal Al Ashari-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA