logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 14 Mei 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Paparan Keamanan Pilbup Tertutup

KUDUS-Kapolres Kudus AKBP Bimo Anggoro Seno kemarin akhirnya menyampaikan paparan sistem keamanan yang bakal diberlakukan dalam mengamankan pemilihan bupati (pilbup) di depan anggota DPRD. Pola pengamanan tidak bisa diketahui secara terperinci, karena berlangsung secara tertutup.

Penjelasan Bimo yang didampingi sejumlah staf, dilangsungkan di aula gedung Dewan. Ruangan paling besar di DPRD tersebut jarang digunakan untuk rapat atau sidang, tetapi lebih sering disewakan kepada masyarakat umum untuk keperluan resepsi atau lainnya.

Di samping secara lisan, dia juga memaparkan sistem keamanan yang bakal diterapkan lewat OHP atau layar monitor. Hampir semua anggota panitia pemilihan (panlih) DPRD hadir dalam acara yang dipimpin Wakil Ketua Dewan/Wakil Ketua Panlih Murdjinem.

Sebagaimana diberitakan, beberapa kelompok masyarakat menilai usulan dana keamanan pilbup yang akan digelar pada 11 Juni depan terlalu tinggi. Semula, pihak Polres usul Rp 400 juta, tapi kemudian diturunkan menjadi Rp 300 juta dan turun lagi jadi Rp 294,452 juta.

Sebelumnya, DPRD telah menetapkan dana keamanan Rp 75 juta. Namun, besar dana itu dirasa masih jauh dari mencukupi, sehingga panlih DPRD pun menyetujui dilakukan perubahan. Kemudian memerintahkan pihak Polres untuk menyampaikan rancangan perubahan anggaran keamanan.

Seusai rapat tertutup, kepada wartawan Kapolres mengatakan, sistem keamanan yang diterapkan berdasarkan prosedur tetap yang berlaku di kepolisian. "Jadi, karena yang kami dapat dari sekolah begitu ya kami lakukan. Kami harus over estimate tak boleh under estimate," tandasnya.

Meski begitu, dia tidak bersedia menyebut berapa dana yang diusulkan oleh pihaknya.

Ia menjelaskan, 854 aparat keamanan akan dikerahkan secara penuh dalam dua hari yakni H-1 dan pada hari H pilbup. Di samping bantuan kendaraan water cannon. "Sedangkan hari-hari sebelum itu serta sesudahnya tergantung dengan situasi yang berkembang di lapangan," ujarnya.

Menurutnya, dari 854 petugas di antaranya terdapat satuan Gegana Brimob Polda. "Jadi, 854 aparat yang telah kami rencanakan untuk mengamankan pilbup itu terdiri atas polisi, anggota Kodim, dan Satpol PP," katanya. (yit-58)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA